Daerah
Beranda » Berita » Pasukan Oranye Tangkap Ikan Sapu-Sapu di Kali Ciliwung, Warga Diimbau Hindari Konsumsi

Pasukan Oranye Tangkap Ikan Sapu-Sapu di Kali Ciliwung, Warga Diimbau Hindari Konsumsi

Pasukan Oranye Tangkap Ikan Sapu-Sapu di Kali Ciliwung, Warga Diimbau Hindari Konsumsi
Pasukan Oranye Tangkap Ikan Sapu-Sapu di Kali Ciliwung, Warga Diimbau Hindari Konsumsi

Media Pendidikan – 11 April 2026 | Pasukan Oranye, sebuah kelompok relawan yang beroperasi di wilayah DKI Jakarta, melancarkan operasi penangkapan massal ikan sapu-sapu di Kali Ciliwung pada Jumat (10/04/2026). Aksi ini merupakan respons langsung atas keluhan warga yang mengkhawatirkan kualitas air dan potensi bahaya kesehatan bila ikan tersebut dikonsumsi.

Latar Belakang Penangkapan

Kali Ciliwung selama beberapa dekade terakhir mengalami penurunan kualitas lingkungan akibat limpahan limbah industri, domestik, serta sampah plastik. Kondisi tersebut menciptakan ekosistem yang tidak seimbang, sehingga populasi ikan sapu-sapu (Clarias sp.) yang toleran terhadap kondisi pencemaran meningkat signifikan. Ikan sapu-sapu dikenal sebagai ikan air tawar yang dapat hidup dalam air yang minim oksigen, namun kandungan logam berat dan bahan kimia berbahaya di dalam tubuhnya dapat menimbulkan risiko kesehatan bagi konsumen.

Baca juga:

Motivasi dan Koordinasi Pemerintah

Kepala Dinas KPKP (Kebersihan, Pengelolaan, dan Penanggulangan) DKI Jakarta, Hasudungan A. Sidabalok, menyatakan bahwa kerja bakti penangkapan ikan sapu-sapu ini menindaklanjuti aspirasi warga yang telah lama menuntut tindakan konkret terhadap pencemaran Ciliwung. “Kami mendengar keluhan masyarakat yang khawatir akan keamanan pangan. Oleh karena itu, Pasukan Oranye bersama petugas Dinas KPKP melakukan penangkapan untuk mencegah konsumsi ikan yang berpotensi mengandung zat berbahaya,” ujar Sidabalok dalam konferensi pers singkat.

Proses Penangkapan dan Hasil

Tim Pasukan Oranye, yang dibekali dengan jaring, perahu kecil, dan perlengkapan keselamatan, menurunkan jaring di beberapa titik strategis sepanjang aliran Ciliwung. Selama dua jam operasi, mereka berhasil menangkap lebih dari 300 ekor ikan sapu-sapu dengan ukuran bervariasi, mulai dari 30 hingga 80 sentimeter. Semua ikan yang tertangkap segera dipindahkan ke lokasi aman untuk dianalisis lebih lanjut oleh laboratorium Dinas Lingkungan Hidup.

Peringatan kepada Warga

Berita penangkapan ini diikuti dengan himbauan resmi kepada masyarakat Jakarta dan sekitarnya untuk tidak mengonsumsi ikan sapu-sapu yang ditangkap di Ciliwung hingga hasil uji laboratorium selesai. Pihak Dinas KPKP menegaskan bahwa meskipun ikan sapu-sapu merupakan sumber protein yang umum dikonsumsi, kondisi pencemaran air dapat menyebabkan akumulasi logam berat seperti timbal, merkuri, dan kadmium di dalam jaringan otot ikan.

Baca juga:

Jika dikonsumsi, zat‑zat tersebut dapat menimbulkan gangguan pada sistem saraf, ginjal, dan bahkan meningkatkan risiko kanker pada jangka panjang. Oleh karena itu, warga diimbau untuk memilih sumber protein yang berasal dari perairan yang terkontrol kebersihannya atau membeli ikan dari pasar yang telah terjamin kualitasnya.

Tindakan Lanjutan

Setelah penangkapan, Dinas KPKP berencana melakukan serangkaian langkah lanjutan, antara lain:

  • Pengujian laboratorium menyeluruh terhadap sampel ikan sapu-sapu yang ditangkap untuk menentukan tingkat kontaminasi logam berat.
  • Publikasi hasil uji kepada masyarakat secara transparan melalui media resmi pemerintah.
  • Peningkatan pemantauan kualitas air Ciliwung secara berkala dengan melibatkan lembaga akademis dan organisasi non‑pemerintah.
  • Pengembangan program edukasi lingkungan bagi warga mengenai bahaya pencemaran air dan cara mengidentifikasi ikan yang aman dikonsumsi.

Selain itu, Pasukan Oranye akan terus melakukan operasi serupa secara periodik, tidak hanya di Ciliwung tetapi juga di sungai-sungai lain yang terdeteksi memiliki tingkat pencemaran tinggi.

Baca juga:

Kesimpulan

Penangkapan ikan sapu-sapu oleh Pasukan Oranye di Kali Ciliwung merupakan langkah preventif yang diambil atas dasar aspirasi warga dan upaya pemerintah daerah untuk melindungi kesehatan publik. Warga diimbau untuk menunggu hasil uji laboratorium dan menghindari konsumsi ikan yang berpotensi tercemar. Keberlanjutan aksi ini menandai peningkatan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan sungai serta memastikan keamanan pangan bagi masyarakat Jakarta.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *