Media Pendidikan – 29 April 2026 | IHSG ditutup pada sesi perdagangan hari Rabu (28 April 2026) dengan penurunan 0,48 persen, mencatat level 7.072. Penurunan tersebut dipicu oleh aksi jual berskala besar yang dilakukan oleh investor asing, yang mencatat net sell senilai sekitar Rp 2,35 triliun.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan aliran dana keluar dari pasar saham Indonesia pada hari itu mencapai nilai tertinggi dalam beberapa minggu terakhir. Net sell asing sebesar Rp 2,35 triliun menandai tekanan signifikan pada likuiditas, terutama pada saham-saham yang sebelumnya menjadi magnet beli.
Sektor perbankan menjadi sasaran utama penjualan. Saham-saham seperti Bank Mandiri (BMRI), Bank Central Asia (BBCA), dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) mengalami tekanan penurunan harga yang lebih tajam dibandingkan indeks secara keseluruhan. “Investor asing kembali mengurangi posisi di sektor perbankan, terutama BMRI, BBCA, dan BBRI,” kata analis pasar, Andi Prasetyo, dari PT Danareksa Sekuritas.
Selain perbankan, komoditas juga turut menjadi target jual utama. Harga logam mulia dan energi mengalami penurunan, menambah beban bagi portofolio yang memiliki eksposur pada sektor tersebut.
Secara keseluruhan, volume transaksi hari itu menurun sekitar 12 persen dibandingkan rata-rata harian dua minggu terakhir, mencerminkan kehati-hatian investor di tengah ketidakpastian global dan kebijakan moneter domestik yang masih dalam tahap penyesuaian.
Para analis menilai bahwa tekanan jual ini dapat berlanjut jika aliran dana asing tetap negatif, namun peluang pemulihan tetap ada bila data ekonomi makro menunjukkan perbaikan dan kebijakan fiskal mendukung pertumbuhan. Untuk saat ini, pelaku pasar disarankan memantau perkembangan nilai tukar rupiah serta kebijakan suku bunga Bank Indonesia.
Pengamat pasar menambahkan, “Ketegangan geopolitik dan kebijakan suku bunga di Amerika Serikat menjadi faktor penggerak utama arus keluar modal asing, yang pada gilirannya menurunkan permintaan terhadap saham-saham likuiditas tinggi di Indonesia.” Dengan latar belakang tersebut, ekspektasi pergerakan IHSG ke depan akan sangat dipengaruhi oleh dinamika aliran modal internasional serta respons kebijakan dalam negeri.


Komentar