Media Pendidikan – 22 April 2026 | Jakarta – Dalam rangka mempercepat transisi energi nasional, Ketua Komisi I DPR RI Prabowo Subianto menuntut agar pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dipercepat. Ia menekankan bahwa percepatan tersebut diperlukan untuk menurunkan ketergantungan Indonesia pada sumber energi fosil yang masih mendominasi bauran energi negara.
Prabowo menegaskan bahwa langkah konkret dalam meningkatkan kapasitas PLTS akan memberikan kontribusi signifikan terhadap target pengurangan emisi karbon dan mendukung kemandirian energi. Ia menyerukan kepada pemerintah dan pihak terkait untuk menyelaraskan kebijakan, alokasi anggaran, serta penyediaan lahan yang memadai demi percepatan proyek‑proyek surya di seluruh wilayah Indonesia.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto menanggapi seruan tersebut dengan menjelaskan bahwa pemerintah tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sejumlah program strategis, termasuk pengembangan PLTS berkapasitas besar. “Pemerintah telah melakukan evaluasi terhadap sejumlah program strategis, termasuk pengembangan PLTS berkapasitas besar,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta.
Evaluasi yang disebutkan mencakup peninjauan kembali prioritas investasi, mekanisme pembiayaan, serta koordinasi antar kementerian. Menurut Yuliarto, proses ini bertujuan memastikan bahwa setiap proyek PLTS dapat dijalankan secara efektif, menghindari tumpang tindih kebijakan, serta menghasilkan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Pengembangan PLTS dipandang sebagai alternatif yang dapat mengurangi beban penggunaan bahan bakar fosil, yang selama ini menjadi penyumbang utama emisi rumah kaca. Dengan memanfaatkan potensi sinar matahari yang melimpah di wilayah tropis, pemerintah berharap dapat meningkatkan pangsa energi terbarukan dalam bauran listrik nasional.
Prabowo menambahkan bahwa percepatan pembangunan PLTS harus diiringi dengan kebijakan insentif bagi investor serta penyederhanaan prosedur perizinan. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta sektor swasta untuk menciptakan ekosistem yang mendukung realisasi target energi bersih.
Secara keseluruhan, seruan Prabowo dan respons pemerintah menunjukkan adanya momentum politik yang kuat untuk memperkuat sektor energi terbarukan. Langkah selanjutnya diharapkan berupa keputusan konkret mengenai alokasi anggaran, penetapan target kapasitas terpasang, dan peluncuran program percepatan PLTS dalam waktu dekat.
Dengan komitmen yang semakin kuat, diharapkan dalam beberapa tahun ke depan Indonesia dapat mencapai peningkatan signifikan dalam kapasitas terpasang PLTS, yang pada gilirannya akan menurunkan intensitas penggunaan energi fosil dan mempercepat pencapaian target energi bersih yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional.


Komentar