Pendidikan
Beranda » Berita » Kemenperin Percepat pendidikan vokasi untuk Perkuat Industri Manufaktur

Kemenperin Percepat pendidikan vokasi untuk Perkuat Industri Manufaktur

Kemenperin Percepat pendidikan vokasi untuk Perkuat Industri Manufaktur
Kemenperin Percepat pendidikan vokasi untuk Perkuat Industri Manufaktur

Media Pendidikan – 01 Mei 2026 | Jakarta, 1 Mei 2026 – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa pengembangan sumber daya manusia industri menjadi kunci utama pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menyoroti pentingnya mempercepat pendidikan vokasi, pelatihan berbasis kebutuhan industri, serta penguasaan teknologi digital untuk mempertahankan momentum sektor manufaktur di kancah global.

Dalam sambutannya, Agus menyampaikan bahwa sektor manufaktur tetap menjadi motor penggerak utama perekonomian Indonesia. “Industri manufaktur selama ini konsisten menjadi motor penggerak utama perekonomian nasional,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa akselerasi pendidikan vokasi harus terus digalakkan agar tenaga kerja siap mengatasi tantangan transformasi digital.

Baca juga:

Kementerian Perindustrian melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) telah mengelola 11 politeknik, 2 akademi komunitas, dan 9 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Pada tahun 2025, lembaga-lembaga tersebut berhasil menghasilkan 5.472 lulusan yang dianggap kompeten dan siap pakai. Pendaftaran Jalur Penerimaan Vokasi Industri (JARVIS) kini resmi dibuka untuk menyiapkan bibit unggul bagi industri.

Untuk mendukung sertifikasi kompetensi, BPSDMI menjalin kerja sama dengan 48 Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Kepala BPSDMI, Doddy Rahadi, melaporkan bahwa tingkat serapan lulusan ke industri mencapai 68 % segera setelah kelulusan, dan diproyeksikan akan mencapai 100 % dalam enam bulan pertama.

Baca juga:

Selain itu, Kemenperin menitikberatkan program upskilling dan reskilling bagi pekerja manufaktur. Program tersebut dirancang untuk menyiapkan tenaga kerja menghadapi otomatisasi dan teknologi digital. “Dalam menghadapi era transformasi digital, Kemenperin turut aktif melaksanakan program reskilling dan upskilling bagi pekerja industri,” kata Agus.

Data terbaru menunjukkan bahwa sektor industri pengolahan non‑migas menyerap 20,26 juta tenaga kerja pada Agustus 2025, mencetak rekor tertinggi dalam sejarah penyerapan kerja sektor manufaktur. Pemerintah juga memberikan penghargaan tinggi kepada para pekerja yang menjadi tulang punggung produktivitas industri.

Baca juga:

Dengan langkah-langkah tersebut, Kemenperin berharap dapat memperkuat posisi tawar industri Indonesia di pasar internasional serta memastikan tenaga kerja domestik tetap relevan dan kompetitif.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *