Media Pendidikan – 25 April 2026 | Dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-248 Museum Nasional Indonesia yang berlangsung pada 24 April 2026, Kepala Museum dan Cagar Budaya, Indira Esti Nurjadin menegaskan pentingnya pemisahan unit Badan Layanan Umum (BLU) untuk Museum Nasional. Menurutnya, museum sebesar ini seharusnya dapat berdiri sebagai entitas BLU mandiri agar pengelolaannya lebih terfokus dan optimal.
Esti menyampaikan bahwa selama ini Museum Nasional berada di bawah satu payung BLU bersama unit lain, termasuk Galeri Nasional Indonesia. “Idealnya museum nasional bisa menjadi satu BLU sendiri. Sehingga pengelolaannya lebih fokus dan optimal,” ujarnya dalam temu media yang diadakan di Museum Nasional, Jakarta Pusat.
Pemisahan BLU dipandang sebagai langkah awal yang realistis. Kebijakan satu BLU untuk beberapa unit dipilih berdasarkan kesiapan dan pemahaman pengelolaan masing‑masing. Dengan demikian, meski saat ini masih digabung, Esti membuka peluang terjadinya pemisahan BLU di masa depan seiring meningkatnya kapasitas dan kompetensi staf museum.
Pengelola museum kini juga dituntut memenuhi target kinerja, terutama dalam penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Esti menekankan bahwa PNBP terus meningkat setiap tahun, mendorong museum untuk mengembangkan sumber pendanaan mandiri dan tidak semata‑mata bergantung pada anggaran pemerintah.
Sebagai contoh, pada tahun sebelumnya Museum Nasional mencatat peningkatan PNBP sebesar 12 persen, yang sebagian besar berasal dari tiket masuk, penjualan katalog, dan program edukasi. Angka ini menjadi indikator bahwa model BLU yang lebih mandiri dapat meningkatkan kemandirian finansial.
Rencana serupa juga diusung oleh Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, yang menyatakan akan memperluas skala BLU tidak hanya pada Museum Nasional, tetapi juga pada Galeri Nasional dan situs bersejarah seperti Candi Prambanan. Menurutnya, pengelolaan mandiri berbasis BLU akan memberikan fokus yang lebih besar pada pengembangan koleksi, konservasi, dan pemanfaatan museum sebagai ruang pembelajaran.
Dengan dukungan kebijakan tersebut, Esti berharap Museum Nasional dapat bersaing di kancah internasional, menawarkan program inovatif, serta meningkatkan partisipasi publik. Ia menutup pernyataannya dengan optimisme bahwa transformasi BLU mandiri akan menjadikan museum tidak hanya sebagai tempat penyimpanan artefak, melainkan juga sebagai pusat edukasi dan inovasi budaya yang berkelanjutan.


Komentar