Media Pendidikan – 28 April 2026 | Kota Bogor, 22 April 2024 – Festival musik dan konservasi “Sunset di Kebun” mengadakan kegiatan “Bersih‑Bersih Ciliwung” di area Kebun Raya Bogor sebagai bagian dari peringatan Hari Bumi.
Tujuan dan Konsep Acara
Acara ini bertujuan menggabungkan hiburan musik sore dengan aksi nyata pembersihan sungai Ciliwung yang melintasi kawasan kebun. Panitia menekankan pentingnya edukasi lingkungan sekaligus memberi kesempatan warga untuk berpartisipasi langsung dalam upaya konservasi.
Pelaksanaan dan Partisipasi
Pada sore hari, lebih dari seratus relawan, termasuk pelajar, mahasiswa, serta warga setempat, berkumpul di gerbang utama Kebun Raya Bogor. Mereka dibekali peralatan kebersihan seperti sarung tangan, kantong sampah, dan sekop ringan. Selama tiga jam, tim sukarelawan berhasil mengumpulkan sekitar 200 kilogram sampah plastik, kemasan makanan, dan limbah lainnya yang terdampar di sepanjang tepi sungai.
“Kami mengajak warga untuk peduli kebersihan sungai, karena Ciliwung adalah nadi kehidupan di banyak daerah,” kata Rani Pratiwi, koordinator acara, dalam sambutan pembukaan. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi contoh bagi kota lain dalam mengintegrasikan seni, budaya, dan aksi lingkungan.
Program Pendukung
Sebagai bagian dari rangkaian acara, “Sunset di Kebun” menampilkan penampilan musik akustik dari band lokal yang mengusung tema alam dan keberlanjutan. Selain itu, terdapat stan edukasi yang menampilkan poster visual tentang dampak pencemaran sungai serta cara daur ulang yang mudah dilakukan oleh masyarakat.
Data resmi dari Pengelolaan Lingkungan Hidup Bogor menyebutkan bahwa sepanjang tahun 2023, volume sampah yang masuk ke sungai Ciliwung meningkat sebesar 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Upaya pembersihan seperti ini diharapkan dapat menurunkan angka pencemaran serta meningkatkan kesadaran publik.
Reaksi Masyarakat
Beberapa peserta mengungkapkan rasa puas atas kesempatan berkontribusi secara langsung. “Saya merasa bangga bisa membantu membersihkan sungai sambil menikmati musik, ini pengalaman yang menyenangkan dan mendidik,” ujar Deni, mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Padjadjaran.
Para penyelenggara menutup acara dengan penanaman 30 bibit pohon mangrove di area pinggir sungai sebagai langkah lanjutan untuk memperbaiki ekosistem perairan.
Dengan keberhasilan “Bersih‑Bersih Ciliwung” ini, panitia “Sunset di Kebun” berjanji akan kembali menggelar program serupa pada tahun mendatang, menambah agenda kegiatan yang menghubungkan seni dengan konservasi alam di wilayah Jawa Barat.


Komentar