Media Pendidikan – 27 April 2026 | Membeli properti seken atau bekas semakin menjadi pilihan utama bagi banyak masyarakat Indonesia karena harganya yang lebih terjangkau dan lokasinya yang biasanya sudah berkembang. Namun, proses pembelian properti lama tetap menuntut kehati-hatian ekstra untuk menghindari risiko legal dan struktural.
Langkah Verifikasi Dokumen Legal
Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah memeriksa keabsahan sertifikat tanah dan bangunan. Calon pembeli harus memastikan bahwa sertifikat hak milik (SHM) atau hak guna bangunan (HGB) masih berlaku, tidak dalam sengketa, dan nama pemilik pada sertifikat cocok dengan penjual. Menghubungi Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat dapat membantu mengonfirmasi riwayat kepemilikan.
Pemeriksaan Kondisi Fisik Bangunan
Setelah dokumen dinyatakan bersih, tahap selanjutnya adalah menilai kondisi fisik rumah. Hal ini meliputi pemeriksaan struktur, instalasi listrik, pipa air, serta potensi kerusakan pada dinding atau atap. Menggunakan jasa inspektur properti independen dapat memberikan laporan objektif yang memudahkan keputusan.
Negosiasi Harga dan Persyaratan Pembayaran
Harga rumah seken biasanya lebih fleksibel dibandingkan properti baru. Pembeli disarankan melakukan survei pasar di area yang sama untuk menentukan nilai wajar. Negosiasi dapat mencakup potongan harga berdasarkan temuan kerusakan atau penyesuaian biaya renovasi.
“Saya memastikan semua dokumen legal sebelum menandatangani,” ujar Budi Santoso, seorang pembeli pertama kali yang berhasil mengamankan rumah di kawasan Bogor melalui proses verifikasi yang ketat.
Penerapan Notaris dan Akta Jual Beli
Setelah kesepakatan harga tercapai, notaris berperan penting dalam menyusun Akta Jual Beli (AJB) yang sah. Notaris akan memastikan tidak ada tunggakan pajak bumi dan bangunan (PBB) serta mengurus balik nama sertifikat ke nama pembeli. Proses ini biasanya memakan waktu satu hingga dua minggu.
Langkah Pasca Pembelian
Setelah rumah resmi menjadi milik pembeli, penting untuk segera melakukan registrasi ulang di BPN dan mengurus perubahan status pajak. Selain itu, perencanaan renovasi atau perbaikan harus disusun berdasarkan hasil inspeksi sebelumnya untuk meminimalkan biaya tak terduga.
Dengan mengikuti rangkaian langkah di atas, pembeli properti seken dapat meminimalkan risiko penipuan, memastikan legalitas yang kuat, serta mengoptimalkan nilai investasi jangka panjang.


Komentar