Media Pendidikan – 25 April 2026 | Jakarta – Influencer properti Aya Choiriyah memberikan panduan praktis bagi generasi milenial (Gen Y) dan generasi Z dalam mencari hunian yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial. Tips tersebut dipublikasikan pada JPNN.com dan menargetkan mereka yang berada dalam rentang usia 25‑40 tahun, yang tengah menghadapi tantangan pasar properti di ibu kota.
Aya Choiriyah, yang dikenal aktif di media sosial dengan fokus pada edukasi properti, menekankan pentingnya pendekatan terstruktur sebelum memutuskan membeli atau menyewa rumah. Ia menyoroti perbedaan karakteristik antara Gen Y (lahir 1981‑1996) dan Gen Z (lahir 1997‑2012), serta bagaimana masing‑masing kelompok tersebut memiliki prioritas yang berbeda dalam memilih tempat tinggal.
Berikut rangkaian lima langkah yang dirangkum oleh Aya dalam artikel JPNN:
- Kenali Anggaran Secara Realistis – Menentukan batas maksimum pengeluaran harus didasarkan pada pendapatan bersih, bukan sekadar aspirasi. Aya menyarankan agar pembeli menggunakan kalkulator KPR atau menyewa untuk memperkirakan beban bulanan.
- Prioritaskan Lokasi Strategis – Kedekatan dengan tempat kerja, fasilitas umum, dan akses transportasi menjadi faktor utama, terutama bagi Gen Z yang mengutamakan mobilitas tinggi.
- Periksa Legalitas Properti – Memastikan sertifikat tanah, IMB, dan izin lainnya dapat menghindarkan risiko di kemudian hari.
- Evaluasi Fasilitas Lingkungan – Keamanan, kebersihan, serta keberadaan ruang terbuka hijau menjadi nilai tambah bagi generasi muda yang menginginkan kualitas hidup seimbang.
- Bandingkan Penawaran dan Negosiasi Harga – Tidak menutup kemungkinan untuk melakukan tawar‑menawar, terutama pada proyek properti yang masih dalam tahap pra‑jual.
Dalam sebuah pernyataan, Aya Choiriyah menegaskan, “Saya sarankan generasi muda untuk memperhatikan faktor lokasi dan anggaran secara bersamaan, karena kedua elemen itu saling melengkapi dalam menciptakan hunian tepat yang nyaman dan berkelanjutan.”
Data demografis menunjukkan bahwa Gen Y dan Gen Z kini menyumbang lebih dari setengah populasi pembeli rumah pertama di Indonesia. Kedua kelompok tersebut cenderung mengutamakan fleksibilitas, sehingga banyak yang lebih memilih apartemen atau rumah tapak di kawasan yang memiliki infrastruktur lengkap.
Dengan mengintegrasikan langkah‑langkah di atas, diharapkan para pencari hunian dapat membuat keputusan yang lebih terinformasi dan mengurangi potensi penyesalan di masa mendatang. Aya Choiriyah menutup dengan harapan bahwa generasi muda akan lebih sadar akan pentingnya perencanaan keuangan dan pemilihan lokasi, sehingga dapat menikmati kualitas hidup yang lebih baik di hunian yang dipilih.


Komentar