Daerah
Beranda » Berita » Hanya 43 dari 189 SPPG di Depok Miliki Sertifikat Higiene Sanitasi, Tantangan Kebersihan Masih Besar

Hanya 43 dari 189 SPPG di Depok Miliki Sertifikat Higiene Sanitasi, Tantangan Kebersihan Masih Besar

Hanya 43 dari 189 SPPG di Depok Miliki Sertifikat Higiene Sanitasi, Tantangan Kebersihan Masih Besar
Hanya 43 dari 189 SPPG di Depok Miliki Sertifikat Higiene Sanitasi, Tantangan Kebersihan Masih Besar

Media Pendidikan – 24 April 2026 | Depok – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok mengumumkan bahwa hanya 43 dari total 189 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berhasil memperoleh Sertifikat Higiene Sanitasi. Data ini menegaskan bahwa standar kebersihan dan sanitasi masih menjadi kendala utama dalam penyediaan layanan gizi di wilayah tersebut.

Statistik Sertifikasi

Upaya Perbaikan

“Kami berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan gizi dengan memastikan setiap SPPG memiliki lingkungan yang bersih dan aman,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Depok, Dr. Ahmad Rifai, dalam konferensi pers pada 20 April 2024.

Baca juga:

Rencana aksi tersebut mencakup tiga fase utama: fase persiapan, fase implementasi, dan fase evaluasi. Pada fase persiapan, dilakukan inspeksi awal untuk mengidentifikasi titik lemah kebersihan di setiap SPPG. Fase implementasi melibatkan penyuluhan tentang prosedur higienis, pengadaan peralatan seperti dispenser sabun, dan penataan ulang ruang penyimpanan makanan. Fase evaluasi akan menilai efektivitas langkah-langkah tersebut melalui audit internal dan eksternal.

Hambatan yang Dihadapi

Beberapa SPPG melaporkan keterbatasan anggaran dan kurangnya tenaga terlatih sebagai faktor penghambat. Selain itu, kondisi infrastruktur lama di beberapa lokasi menyulitkan penerapan standar sanitasi yang modern. Dinkes Depok berupaya mencari solusi bersama pemerintah daerah dan pihak swasta untuk menutup kesenjangan tersebut.

Baca juga:

Data geografis menunjukkan konsentrasi SPPG yang belum bersertifikat berada di kecamatan Beji, Sukmajaya, dan Cilodong. Di kawasan ini, tingkat kepadatan penduduk cukup tinggi, sehingga permintaan layanan gizi meningkat secara signifikan.

Harapan Kedepan

Dinas Kesehatan menargetkan peningkatan jumlah SPPG bersertifikat menjadi minimal 100 unit pada akhir tahun 2025. Target ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan gizi serta menurunkan angka kejadian gizi buruk di wilayah Depok.

Baca juga:

Dengan fokus pada Sertifikat Higiene Sanitasi, Dinkes Depok berharap standar kebersihan menjadi landasan utama dalam setiap program gizi yang dijalankan, sehingga manfaat kesehatan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *