Media Pendidikan – 24 April 2026 | Tim Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Babakan di Kota Tangerang meluncurkan inisiatif baru dengan menempatkan 11 narapidana Lapas Kelas 1 Tangerang sebagai relawan pencuci ompreng di dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).
Inisiatif ini dimulai pada 23 April 2026, saat Chef Kuming, kepala koki dapur SPPG, menjelaskan bahwa proses seleksi ketat dilakukan bersama pihak Lapas. “Kami memberikan slot, bukan sekadar tempat, kepada sekitar 11 narapidana yang telah mendapat remisi,” ujarnya.
Para relawan tidak terlibat dalam proses memasak, melainkan hanya bertugas mencuci, membilas, mengeringkan, dan mensterilkan ompreng—piring plastik yang dipakai untuk menyajikan makanan kepada anak‑anak sekolah. Kegiatan dimulai pukul 14.00 WIB dan dapat berlanjut hingga pukul 02.00 dini hari, dengan empat hingga lima petugas sipir Lapas berjaga mengawasi setiap langkah.
Pengawasan ketat memastikan narapidana tidak menyentuh makanan atau peralatan tajam. “Dari jam 2 siang, bahkan mereka pernah lembur sampai jam 2 pagi. Pihak sipir tetap standby di pintu depan, belakang, dan jendela,” kata Chef Kuming. Seluruh proses pencucian mengikuti standar operasional yang diajarkan dalam pembekalan, meliputi penggunaan sabun, bilas ulang, pengeringan, serta sterilisasi sebelum penataan kembali.
Hasilnya, Chef Kuming menilai kebersihan ompreng di dapur Babakan “perfect, clean”. Ia menyebutkan bahwa di dapur lain ompreng masih basah dan harus dilap ulang, sementara di SPPG Babakan semua ompreng kering dan siap pakai. Penilaian ini menegaskan disiplin yang terbentuk pada narapidana selama pelatihan.
Kolaborasi ini tidak hanya memperlancar operasional dapur MBG, tetapi juga menjadi sarana pembinaan mental dan sosial bagi warga binaan. Dengan pengalaman kerja di lingkungan terkontrol, diharapkan mereka lebih siap reintegrasi ke masyarakat setelah masa hukuman selesai.
Secara keseluruhan, program ini mencontohkan sinergi antara lembaga pemasyarakatan dan layanan publik untuk mengatasi masalah gizi sekaligus memberdayakan narapidana. Keberhasilan 11 relawan ini dapat menjadi model bagi Lapas lain di Indonesia.


Komentar