Daerah
Beranda » Berita » Ayah Korban Tewas Kecelakaan Kereta Bekasi Selamat Setelah Terjepit 10 Jam, Anak Terdahulu Meninggal

Ayah Korban Tewas Kecelakaan Kereta Bekasi Selamat Setelah Terjepit 10 Jam, Anak Terdahulu Meninggal

Ayah Korban Tewas Kecelakaan Kereta Bekasi Selamat Setelah Terjepit 10 Jam, Anak Terdahulu Meninggal
Ayah Korban Tewas Kecelakaan Kereta Bekasi Selamat Setelah Terjepit 10 Jam, Anak Terdahulu Meninggal

Media Pendidikan – 01 Mei 2026 | Senin lalu, Stasiun Bekasi Timur menjadi saksi tragedi kereta api yang menewaskan 16 orang, termasuk seorang balita bernama Mia Citra Rumaisah. Sementara putrinya gugur di lokasi, ayahnya berhasil dievakuasi dengan selamat setelah terjepit selama sepuluh jam oleh bangunan rel yang roboh.

Kecelakaan terjadi pada dini hari, ketika kereta penumpang melaju melintasi lintasan di kawasan perumahan sekitar Stasiun Bekasi Timur. Benturan keras menyebabkan beberapa gerbong terlempar, menimpa struktur penyangga rel dan menimbulkan lubang besar di jalur. Dampak langsung menewaskan 15 penumpang sekaligus satu balita, menjadikan total korban tewas mencapai 16 orang.

Baca juga:

Ayah korban, seorang pria berusia empat puluh lima tahun, terperangkap di antara reruntuhan logam dan beton. Tim SAR yang tiba di lokasi segera melakukan penilaian, namun kondisi cuaca yang kurang bersahabat serta kerusakan infrastruktur yang luas memperpanjang proses evakuasi. Selama sepuluh jam, para penyelamat harus bekerja secara bergantian, menggunakan peralatan pemotong hidrolik dan crane mini untuk mengangkat puing‑puing yang menekan tubuh sang ayah.

“Saya berterima kasih kepada tim penyelamat yang tidak menyerah selama sepuluh jam. Mereka memberi saya harapan meski situasi sangat menakutkan,” ujar sang ayah dengan suara serak setelah akhirnya berhasil dikeluarkan dari area terdampak. Kata‑kata itu mencerminkan kelegaan yang mendalam, meski di baliknya tersimpan duka mendalam karena kehilangan putrinya yang masih berusia dua tahun.

Baca juga:

Pemerintah Daerah Jawa Barat menyiapkan bantuan sosial bagi keluarga korban, termasuk santunan kematian dan bantuan medis bagi para korban luka. Sementara itu, Kementerian Perhubungan berjanji akan memperketat standar keselamatan di jaringan kereta api, khususnya pada wilayah perkotaan yang padat seperti Bekasi.

Kasus ini menambah daftar panjang kecelakaan kereta api di Indonesia yang menimbulkan pertanyaan tentang keamanan transportasi massal. Pengamat transportasi menilai bahwa faktor manusia, pemeliharaan infrastruktur, serta kurangnya sistem peringatan dini menjadi kontributor utama dalam insiden semacam ini.

Baca juga:

Dengan selamatnya ayah korban, harapan akan keadilan dan perbaikan sistem keselamatan semakin kuat. Keluarga yang ditinggalkan kini menghadapi proses berduka sekaligus menanti hasil penyelidikan resmi yang diharapkan dapat mengidentifikasi akar penyebab kecelakaan, sehingga tragedi serupa tidak terulang kembali.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *