Media Pendidikan – 12 April 2026 | Jakarta, 12 April 2026 – Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, masih berada di ruang High Care Unit (HCU) Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) setelah menjalani lima kali operasi akibat serangan air keras pada 12 Maret lalu. Operasi kelima, yang dilaksanakan pada 7 April, merupakan prosedur cangkok kulit (skin graft) yang menyalurkan jaringan kulit sehat dari paha ke area dada, leher, lengan, dan wajah yang mengalami luka bakar parah.
Rincian Operasi dan Perawatan Intensif
Fatia menambahkan bahwa seluruh permukaan wajah Andrie mengalami luka bakar, terutama sisi kiri yang terkena cipratan air keras. Kondisi tersebut memaksa tim medis untuk melakukan perawatan intensif, termasuk pengawasan ketat pada fungsi pernapasan dan pemantauan infeksi.
Rencana perawatan selanjutnya mencakup operasi mata yang dijadwalkan dalam empat bulan ke depan. “Jadi Andrie akan masih tetap menjalani pengobatan sampai dengan beberapa bulan ke depan, dan 4 bulan lagi juga Andrie rencananya akan kembali dioperasi matanya,” jelas Fatia.
Selama masa perawatan, Andrie tidak dapat dijenguk oleh keluarga atau pendukung karena protokol isolasi di HCU. Tim medis RSCM menyatakan bahwa kondisi vitalnya stabil, namun proses penyembuhan kulit dan jaringan mata memerlukan waktu lama serta rehabilitasi lanjutan.
Proses Hukum dan Dugaan Pelaku
Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus kini telah dialihkan oleh Pusat Operasi dan Penindakan (Puspom) TNI ke Oditur Militer. Puspom TNI menyebut telah mengidentifikasi empat tersangka, namun TAUD memperkirakan jumlah pelaku dapat mencapai 16 orang. Penyelidikan masih berlangsung, dan pihak berwenang belum mengumumkan keputusan akhir terkait proses hukum.
Sejumlah aktivis hak asasi manusia menilai kasus ini sebagai contoh pelanggaran berat terhadap kebebasan berpendapat dan perlindungan aktivis. Mereka menuntut penyelidikan yang transparan serta keadilan bagi korban.
Dengan latar belakang mural yang menggambarkan Andrie Yunus dan proses pembuatannya di Jalan Talang, Salemba, Jakarta Selatan, kasus ini kembali menjadi sorotan publik. Mural tersebut, yang diabadikan pada Minggu (12/4/2026) oleh fotografer Ryan Iqbal, menjadi simbol solidaritas bagi komunitas hak asasi manusia di Indonesia.
Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa Andrie Yunus masih berada dalam perawatan intensif, dengan harapan operasi mata berikutnya dapat meningkatkan kualitas penglihatannya. Sementara itu, proses hukum terus berjalan, menunggu hasil akhir yang dapat memberikan keadilan bagi korban dan mencegah kejadian serupa di masa depan.


Komentar