Media Pendidikan – 30 April 2026 | Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono pada Rabu, 29 April 2026, mengapresiasi langkah proaktif Pemerintah Kabupaten Kudus dan Garut dalam mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat permanen. Pertemuan berlangsung di Kantor Kementerian Sosial dengan dihadiri Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut serta perwakilan DPRD Kudus.
Dalam audiensi tersebut, Agus Jabo menegaskan bahwa dukungan daerah menjadi kunci utama keberhasilan program prioritas Presiden untuk memutus rantai kemiskinan. Ia menambahkan bahwa percepatan pembangunan Sekolah Rakyat akan memperkuat akses pendidikan bagi anak‑anak dari keluarga desil 1 dan 2.
“Saya senang karena Kudus dan Garut berinisiatif mempercepat program Sekolah Rakyat. Ini bagian dari upaya memutus transmisi kemiskinan,” ujar Wamensos di sela‑sela diskusi.
Perwakilan DPRD Kudus, Valerie, menyampaikan bahwa masih terdapat sekitar 6.000 anak tidak sekolah (ATS) di wilayah Kudus. Kondisi ini menuntut perhatian bersama agar target nol anak tidak sekolah dapat tercapai sebelum 2026.
Di sisi lain, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut, Marlinda, melaporkan telah mengoperasikan Sekolah Rakyat rintisan dengan 75 siswa yang tersebar dalam empat rombongan belajar. Namun, Garut masih menghadapi kendala lahan untuk membangun fasilitas permanen yang memenuhi standar.
Baik Kudus maupun Garut juga membahas program Kampung Siaga Bencana (KSB) sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan bencana. Kudus menghadapi risiko banjir dan longsor, sementara Garut berencana mengusulkan KSB untuk mendukung lumbung sosial dan dapur umum desa.
Pernyataan penutup Wamensos menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Ia mengajak daerah yang mengalami kendala untuk segera berkoordinasi dengan provinsi atau kabupaten, dan bila masih terbatas, mengajukan bantuan ke Kemensos agar solusi bersama dapat ditemukan.


Komentar