Nasional
Beranda » Berita » Serka Frengky Bantah Tahu Rencana Penculikan Kacab Bank BUMN, Klaim Lebih Banyak Tidur dan Main Game

Serka Frengky Bantah Tahu Rencana Penculikan Kacab Bank BUMN, Klaim Lebih Banyak Tidur dan Main Game

Serka Frengky Bantah Tahu Rencana Penculikan Kacab Bank BUMN, Klaim Lebih Banyak Tidur dan Main Game
Serka Frengky Bantah Tahu Rencana Penculikan Kacab Bank BUMN, Klaim Lebih Banyak Tidur dan Main Game

Media Pendidikan – 06 Mei 2026 | Jakarta – Serka Frengky menyatakan bahwa ia tidak mengetahui adanya rencana penculikan terhadap Kepala Cabang (Kacab) sebuah Bank BUMN. Dalam keterangannya, Frengky menegaskan bahwa pada saat diminta menemani Terdakwa Kopda Feri Heriyanto, ia lebih banyak menghabiskan waktu untuk tidur dan bermain permainan video.

Klarifikasi Serka Frengky

Serka Frengky memberikan pernyataan resmi kepada pihak berwenang setelah namanya disebutkan dalam penyelidikan kasus penculikan yang melibatkan Kacab Bank BUMN. Menurutnya, ketika Kopda Feri Heriyanto mengajaknya untuk menemani, Frengky tidak mendapatkan informasi apa pun terkait rencana kriminal tersebut. Ia menekankan bahwa aktivitasnya pada saat itu lebih bersifat pribadi, yakni beristirahat dan mengisi waktu luang dengan game.

Baca juga:

Pihak kepolisian menindaklanjuti laporan tersebut dengan menambah daftar saksi dan menelusuri jejak komunikasi antara Frengky dan Heriyanto. Meskipun Frengky mengaku tidak terlibat, penyidik tetap mencatat kesaksiannya sebagai bagian dari rangkaian bukti yang sedang dikumpulkan.

Kasus penculikan Kacab Bank BUMN ini telah menimbulkan keprihatinan di kalangan publik, mengingat posisi strategis bank milik negara dalam perekonomian nasional. Hingga kini, otoritas masih mengungkap motif serta jaringan yang mungkin terlibat di balik rencana tersebut. Terdakwa utama, Kopda Feri Heriyanto, telah ditetapkan sebagai tersangka dan berada di bawah proses hukum.

“Saya tidak tahu apa‑apa tentang rencana penculikan itu,” kata Serka Frengky dalam wawancara singkat dengan penyidik. “Saya hanya sedang tidur dan bermain game ketika dia mengajak saya. Tidak ada pembicaraan tentang hal kriminal apa pun.”

Baca juga:

Pengakuan Frengky menambah lapisan kompleksitas pada penyelidikan. Para ahli hukum menilai bahwa pernyataan saksi yang mengklaim tidak mengetahui rencana kejahatan dapat menjadi faktor penentu dalam menilai niat dan keterlibatan pelaku lain. Namun, mereka juga menekankan pentingnya verifikasi bukti lain, seperti rekaman telepon atau pesan elektronik, untuk menguatkan atau menolak klaim tersebut.

Sejumlah analis keamanan menyoroti bahwa modus operandi penculikan terhadap pejabat perbankan tidaklah baru, dan biasanya melibatkan jaringan yang lebih luas. Oleh karena itu, pihak berwenang diharapkan memperluas penyelidikan tidak hanya pada individu yang langsung terlibat, melainkan juga pada potensi kolaborator yang mungkin berada di luar lingkup awal.

Hingga kini, tidak ada perkembangan signifikan mengenai penetapan tanggal sidang atau keputusan akhir terkait kasus ini. Pihak kepolisian terus mengumpulkan bukti, sementara publik menunggu klarifikasi lebih lanjut tentang motif di balik rencana penculikan tersebut.

Baca juga:

Dengan pernyataan Serka Frengky yang menegaskan ketidaktahuannya, proses hukum masih berada pada tahap awal. Pengadilan diharapkan akan menilai semua bukti secara objektif, memastikan bahwa setiap pihak yang terlibat mendapatkan hak untuk membela diri sesuai dengan prinsip keadilan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *