Media Pendidikan – 18 April 2026 | Kasus dugaan pelecehan seksual yang menimpa sejumlah mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) terus menjadi sorotan publik sejak viral di media sosial. Di tengah tekanan publik, presenter terkenal Deddy Corbuzier menanggapi dengan pernyataan yang memicu perdebatan luas.
Deddy Corbuzier, yang dikenal lewat acara talk show daring, menyuarakan keprihatinannya lewat platform media sosial. Ia menulis, “Berani gak DO anak-anak itu?” Kalimat singkat itu langsung mengundang reaksi beragam, mulai dari dukungan hingga kecaman karena dianggap melecehkan proses hukum.
Pengamat hukum menilai komentar Deddy seakan menyinggung proses penyelidikan yang masih berjalan. “Pernyataan yang bersifat provokatif dapat memengaruhi opini publik dan berpotensi mengganggu keadilan bagi korban maupun terdakwa,” ujar seorang dosen hukum publik di sebuah universitas negeri.
Di sisi lain, sejumlah netizen mengapresiasi keberanian Deddy mengangkat isu yang dianggap tabu. “Kalau tidak ada suara keras, siapa lagi yang akan mendengar korban?” tulis seorang pengguna media sosial yang mengidentifikasi dirinya sebagai alumni FH UI.
Pihak universitas belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai komentar publik tersebut. Namun, rektor FH UI menegaskan komitmen universitas untuk menindaklanjuti setiap laporan pelecehan dengan prosedur internal yang transparan dan mengutamakan perlindungan korban.
Polisi telah membuka penyelidikan terkait dugaan pelanggaran hukum di atas. Hingga kini, belum ada penetapan resmi mengenai jumlah pelaku atau identitas lengkap mereka. Penyelidikan masih memerlukan bukti tambahan, termasuk rekaman percakapan dan saksi mata yang dapat menguatkan pernyataan korban.
Data yang tersedia menunjukkan bahwa kasus serupa di lingkungan kampus Indonesia meningkat dalam lima tahun terakhir, menurut survei yang dilakukan oleh lembaga riset independen. Angka pelaporan pelecehan seksual di perguruan tinggi naik 23 persen sejak 2019, menandakan perlunya kebijakan lebih tegas.
Dalam konteks itu, komentar Deddy Corbuzier menambah dinamika perdebatan publik tentang peran figur publik dalam menggerakkan perubahan sosial. Beberapa ahli komunikasi berargumen bahwa pernyataan provokatif dapat mempercepat respons institusi, sementara yang lain memperingatkan risiko penyebaran rumor yang belum terverifikasi.
Sejumlah organisasi mahasiswa FH UI menggelar rapat darurat untuk meninjau kembali mekanisme pelaporan internal. Mereka menuntut agar pihak kampus segera mengeluarkan kebijakan yang lebih kuat, termasuk pelatihan pencegahan pelecehan bagi seluruh civitas akademika.
Sementara proses hukum berjalan, korban dan keluarganya tetap menuntut keadilan. “Kami ingin agar semua pihak yang terlibat diproses sesuai hukum, tanpa ada tekanan politik atau publik yang mengganggu,” ujar seorang perwakilan keluarga korban dalam wawancara eksklusif.
Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan, dan perkembangan selanjutnya akan terus dipantau oleh media serta masyarakat. Komentar Deddy Corbuzier, meski kontroversial, telah menyoroti pentingnya kesadaran publik terhadap isu pelecehan seksual di lingkungan pendidikan tinggi Indonesia.


Komentar