Ekonomi
Beranda » Berita » Sarifah Ainun Jariyah Dorong Kemandirian Pangan lewat Inisiatif Budikdamber untuk Keluarga

Sarifah Ainun Jariyah Dorong Kemandirian Pangan lewat Inisiatif Budikdamber untuk Keluarga

Sarifah Ainun Jariyah Dorong Kemandirian Pangan lewat Inisiatif Budikdamber untuk Keluarga
Sarifah Ainun Jariyah Dorong Kemandirian Pangan lewat Inisiatif Budikdamber untuk Keluarga

Media Pendidikan – 30 April 2026 | Serang, JPNN.com – Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Sarifah Ainun Jariyah, meluncurkan inisiatif baru yang dinamai Budikdamber melalui program Megatani. Inisiatif ini menekankan bahwa kemandirian pangan dapat dimulai dari unit terkecil, yaitu rumah tangga, tanpa memerlukan lahan luas atau kebun raya.

Program Megatani dan Cara Kerja Budikdamber

Megatani mengajak warga untuk menanam sayuran dan beternak ikan secara bersamaan dalam satu wadah ember. Metode ini memanfaatkan ruang terbatas di pekarangan rumah serta sumber daya air yang minimal. Setiap ember dilengkapi dengan media tanam yang cocok untuk sayuran hijau, sementara bagian bawah ember diisi dengan air untuk menampung ikan air tawar. Siklus nutrisi dari ikan secara otomatis memperkaya tanah, sehingga menghasilkan sayuran yang lebih subur dan mengurangi kebutuhan pupuk kimia.

Baca juga:

“Saya ingin setiap keluarga dapat memproduksi pangan sendiri dengan cara yang sederhana,” ujar Sarifah dalam acara peluncuran di Balai Desa Serang. Ia menekankan pentingnya edukasi dan pendampingan teknis, sehingga warga tidak hanya menanam tetapi juga memahami prinsip budidaya berkelanjutan.

Program ini awalnya difokuskan pada wilayah Serang, dengan target melibatkan ratusan rumah tangga dalam tiga bulan pertama. Pendekatan langsung melalui pelatihan lapangan, penyuluhan tentang pemilihan bibit, serta pemeliharaan ikan, menjadi inti strategi. Sarifah menambahkan bahwa dukungan dari pemerintah daerah dan lembaga pertanian akan memperkuat skala program.

Baca juga:

Keberhasilan Budikdamber diukur dari peningkatan produksi pangan rumah tangga serta penurunan ketergantungan pada pasar eksternal. Meskipun data kuantitatif belum dirilis secara resmi, para peserta melaporkan peningkatan hasil sayuran hingga 30 persen dan adanya pasokan ikan segar secara reguler. Hal ini menunjukkan potensi program untuk menjadi model replikasi di daerah lain.

Selain manfaat gizi, Budikdamber diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran lingkungan. Dengan mengintegrasikan pertanian dan perikanan dalam satu sistem tertutup, limbah ikan menjadi pupuk alami, sehingga mengurangi pencemaran air dan tanah. Pendekatan ini selaras dengan kebijakan nasional tentang ketahanan pangan dan pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan.

Baca juga:

Ke depan, Sarifah berencana memperluas jaringan Budikdamber ke kota-kota satelit dan meningkatkan kolaborasi dengan perguruan tinggi pertanian untuk riset lebih lanjut. Ia juga mengajak sektor swasta untuk berpartisipasi dalam penyediaan peralatan dan bahan baku yang terjangkau bagi keluarga berpenghasilan rendah.

Inisiatif ini menjadi contoh konkret bagaimana anggota legislatif dapat menggerakkan perubahan di level akar rumput, memperkuat kedaulatan pangan Indonesia dari rumah ke rumah.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *