Media Pendidikan – 05 April 2026 | Sabtu malam, 4 April 2026, Bandara Husein Sastranegara di Bandung, Jawa Barat, menjadi saksi bisu kedatangan jenazah Mayor Infanteri (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, prajurit TNI Angkatan Darat yang gugur dalam operasi perdamaian di Lebanon. Pesawat militer yang mengangkut jenazah tersebut mendarat tepat pada pukul 20.45 WIB, menandai dimulainya serangkaian rangkaian upacara penghormatan yang melibatkan pejabat pemerintah, perwakilan militer, serta keluarga almarhum.
Mayor Zulmi, yang berusia 31 tahun, merupakan sosok yang dikenal karena dedikasinya dalam tugas internasional. Ia ditugaskan sebagai komandan satuan pasukan penjaga keamanan di wilayah Bekasi, Lebanon, pada tahun 2024. Selama penugasannya, ia terlibat dalam beberapa operasi penegakan perdamaian, termasuk penyidikan pelanggaran hak asasi manusia serta perlindungan warga sipil di daerah rawan konflik. Pada 2 Maret 2026, dalam sebuah insiden tembak-menembak di wilayah perbatasan, Mayor Zulmi bersama dua rekan temannya tertembak secara fatal. Kejadian tersebut memicu keprihatinan luas di kalangan TNI dan masyarakat internasional.
Kedatangan jenazah Mayor Zulmi di Bandung diorganisir secara ketat oleh Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dan Badan Keamanan Nasional (BIN). Sebelum tiba, jenazah ditempatkan dalam peti mati berlapis kain putih, dilengkapi dengan bendera Merah Putih yang dibentangkan secara resmi. Di landasan pacu bandara, tampak formasi penghormatan militer dengan menembakkan tiga tembakan hormat, diikuti oleh pengibaran bendera setengah tiang sebagai bentuk duka cita nasional.
Setelah proses penurunan dari pesawat, jenazah langsung dibawa menuju ruang tunggu khusus yang disiapkan oleh Angkatan Udara. Di sana, para pejabat tinggi, termasuk Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, serta Panglima TNI, Gen. Andika Perkasa, menyampaikan ucapan belasungkawa kepada keluarga almarhum. Kedua pejabat menekankan pentingnya penghormatan kepada prajurit yang mengorbankan nyawanya demi kepentingan damai dunia.
Keluarga Mayor Zulmi, yang terdiri dari istri, dua anak, serta orang tua, tampak tenang namun jelas terasa berat beban duka yang mereka pikul. Dalam pernyataan singkat, istri almarhum, Siti Nurhaliza, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh elemen negara yang telah memberikan dukungan moral dan material. “Saya berharap pengorbanan Pak Zulmi menjadi pelajaran bagi generasi berikutnya tentang keberanian dan pengabdian tanpa pamrih,” ujarnya dengan suara bergetar.
Upacara lanjutan dilanjutkan ke Balai Kota Bandung, di mana jenazah akan ditempatkan di ruang penghormatan sementara menunggu proses pemakaman akhir di Taman Makam Pahlawan. Selama prosesi, petugas militer membacakan Doa Pahlawan, diikuti dengan menurunkan bendera setengah tiang di depan Balai Kota. Ratusan warga, termasuk mahasiswa, veteran, serta tokoh masyarakat, berbondong-bondong menumpuk untuk memberikan penghormatan terakhir.
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang berada di luar negeri pada saat itu, mengirimkan surat belasungkawa resmi melalui Sekretariat Negara. Dalam surat tersebut, Presiden menegaskan bahwa pengorbanan Mayor Zulmi mencerminkan semangat TNI dalam menjalankan tugas penjagaan perdamaian internasional, serta mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus mendukung misi-misi perdamaian yang diemban oleh pasukan Indonesia.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan mengumumkan akan meninjau kembali prosedur keselamatan bagi pasukan yang berada di zona konflik. Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Marsekal TNI Agus Subiyanto, menyatakan, “Kejadian tragis ini mengingatkan kita akan risiko tinggi yang dihadapi prajurit di medan operasi internasional. Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk meningkatkan perlindungan mereka di lapangan.”
Di sisi lain, komunitas internasional juga memberikan tanggapan atas kematian Mayor Zulmi. Perwakilan PBB di Lebanon, Samantha Clarke, menyampaikan rasa duka mendalam dan menegaskan komitmen bersama untuk memastikan keamanan pasukan perdamaian yang beroperasi di wilayah tersebut. “Kami akan terus bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia untuk meninjau protokol keamanan dan memberikan dukungan yang diperlukan,” kata Clarke.
Setelah upacara di Balai Kota selesai, jenazah Mayor Zulmi akan diangkut ke Taman Makam Pahlawan di Bandung, tempat peristirahatan terakhir para pahlawan bangsa. Prosesi pemakaman direncanakan berlangsung pada hari Senin, 6 April 2026, dengan upacara militer penuh yang melibatkan seluruh jajaran TNI serta perwakilan pemerintah daerah dan pusat.
Kepergian Mayor Anumerta Zulmi tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan sahabat terdekat, tetapi juga menjadi pengingat akan risiko dan tantangan yang dihadapi prajurit Indonesia di medan operasi luar negeri. Dengan mengukir jejak keberanian dan pengabdian, beliau menegaskan bahwa semangat nasionalisme dan dedikasi pada tugas mulia tetap menjadi pijakan utama bagi generasi penerus. Penghormatan yang diberikan oleh seluruh elemen bangsa menjadi bukti nyata bahwa pengorbanan mereka tidak akan pernah terlupakan.


Komentar