Nasional
Beranda » Berita » Polisi Sita Molotov dan Dokumen Rencana Rusuh, 101 Pengunjuk Rasa Ditangkap dalam Demo Buruh DPR

Polisi Sita Molotov dan Dokumen Rencana Rusuh, 101 Pengunjuk Rasa Ditangkap dalam Demo Buruh DPR

Polisi Sita Molotov dan Dokumen Rencana Rusuh, 101 Pengunjuk Rasa Ditangkap dalam Demo Buruh DPR
Polisi Sita Molotov dan Dokumen Rencana Rusuh, 101 Pengunjuk Rasa Ditangkap dalam Demo Buruh DPR

Media Pendidikan – 02 Mei 2026 | Jakarta, 1 Mei 2026 – Pada aksi May Day yang digelar di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), aparat kepolisian berhasil mengamankan 101 orang peserta demonstrasi buruh dan menyita sejumlah barang berpotensi dijadikan bahan bakar kerusuhan, termasuk botol molotov, tabung bensin, serta paku beton.

Kronologi Penangkapan

Demonstrasi dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dengan ribuan buruh dan serikat pekerja menggelar orasi serta memprotes kebijakan upah yang dianggap tidak adil. Ketika sejumlah kelompok kecil berusaha membawa peralatan yang dapat menimbulkan bahaya, petugas satgas demonstrasi DPR melakukan razia di sekitar area masuk utama.

Baca juga:

Dalam proses razia, polisi menemukan 42 botol kaca yang berisi cairan mudah terbakar, 15 tabung bensin berkapasitas 5 liter, dan lebih dari 200 paku beton. Barang‑barang tersebut kemudian disita sebagai bukti potensi aksi kekerasan. Seluruh barang diserahkan kepada tim penyidik untuk dianalisis lebih lanjut.

Selain penyitaan, polisi juga mengamankan dokumen yang memuat rencana strategis untuk mengganggu ketertiban selama aksi. Dokumen tersebut berisi jadwal penyebaran bahan bakar dan koordinasi kelompok tertentu. Karena temuan ini, 101 orang demonstran yang terlibat langsung dalam persiapan tersebut ditangkap dan dibawa ke kantor polisi terdekat.

“Kami menindak tegas setiap upaya mengancam ketertiban dan keamanan publik,” ujar juru bicara Polri yang hadir di lokasi. “Penemuan molotov, bensin, dan rencana kerusuhan memperkuat keputusan kami untuk melakukan penangkapan secara bersamaan.”

Baca juga:

Para tersangka diproses sesuai prosedur hukum, dengan sebagian besar dijadwalkan menghadap pengadilan pada minggu depan. Hingga kini, tidak ada laporan cedera baik di kalangan demonstran maupun aparat.

Serikat buruh yang mengorganisir demonstrasi menyatakan bahwa mereka tidak akan mundur dari tuntutan peningkatan upah dan perlindungan kerja. Namun, mereka mengakui pentingnya menjaga aksi tetap damai dan menegaskan akan meninjau kembali prosedur keamanan internal.

Polisi menegaskan bahwa operasi ini merupakan bagian dari upaya preventif untuk mencegah potensi kerusuhan yang dapat mengancam keselamatan warga dan fasilitas negara. Aparat juga menambah pengawasan di sekitar gedung DPR selama sisa periode demonstrasi.

Baca juga:

Dengan penangkapan ini, pihak kepolisian berharap dapat memberi efek jera bagi pihak-pihak yang berniat memanfaatkan hak demonstrasi untuk melakukan tindakan kekerasan. Pengawasan ketat diperkirakan akan terus berlanjut hingga akhir minggu ini, mengingat masih ada protes lanjutan yang direncanakan di beberapa wilayah lain.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *