Nasional
Beranda » Berita » Polisi Tangkap Empat Pelaku Perampokan Lansia di Pekanbaru, Dua di Aceh dan Dua di Binjai

Polisi Tangkap Empat Pelaku Perampokan Lansia di Pekanbaru, Dua di Aceh dan Dua di Binjai

Polisi Tangkap Empat Pelaku Perampokan Lansia di Pekanbaru, Dua di Aceh dan Dua di Binjai
Polisi Tangkap Empat Pelaku Perampokan Lansia di Pekanbaru, Dua di Aceh dan Dua di Binjai

Media Pendidikan – 03 Mei 2026 | Polisi berhasil mengamankan empat tersangka yang terlibat dalam perampokan yang menewaskan seorang lansia di Pekanbaru, Riau. Penangkapan dilakukan secara terkoordinasi antara Polda Riau dan Polresta Pekanbaru, dengan dua pelaku ditangkap di Aceh Tengah dan dua lainnya di Kota Binjai, Sumatera Utara.

Kombes Muharman Arta, Kapolresta Pekanbaru, menjelaskan dalam keterangan pers pada Sabtu (2/5) bahwa tim gabungan Resmob Jatanras Polda Riau dan Sat Reskrim Polresta Pekanbaru berhasil menggerebek keempat tersangka. “Tim gabungan Resmob Jatanras Polda Riau dan Sat Reskrim Polresta Pekanbaru berhasil menangkap empat pelaku kasus curas yang menyebabkan seorang perempuan meninggal dunia di Rumbai, Pekanbaru,” ujarnya.

Baca juga:

Kejadian perampokan terjadi pada Rabu (29/4) di sebuah rumah di Jalan Kurnia 2, kawasan Rumbai Pesisir. Berdasarkan rekaman CCTV berdurasi 8 menit 39 detik, para pelaku tampak menyiapkan sebuah balok kayu yang kemudian dipergunakan untuk menganiaya korban, Dumaris Denny Waty Sitio, berusia 60 tahun. Hasil autopsi mengonfirmasi bahwa korban meninggal karena pukulan benda tumpul di kepala, yang menyebabkan pendarahan otak dan kegagalan fungsi vital.

Selain tindakan kekerasan, pelaku juga melakukan pencurian barang-barang berharga korban, termasuk cincin kawin seberat 12 gram, cincin emas sekitar 10 gram, uang asing sebesar SGD 400, satu unit handphone Samsung A55 5G, serta perangkat musik box dan speaker.

Baca juga:

Polisi juga mengamankan anak korban yang berinisial A, bersama dua pria lainnya yang diidentifikasi sebagai RAT dan WAH. Menurut Kanit Reskrim Polsek Rumbai, Iptu Dodi Vivino, ketiga orang tersebut diamankan karena belum memberikan keterangan terkait keberadaan AT, sosok yang diduga sebagai otak utama perampokan. “Anak dari korban langsung kita amankan bersama tim gabungan dari Polresta Pekanbaru,” kata Dodi Vivino.

Motif pembunuhan dan perampokan masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Tim penyidik terus mengumpulkan bukti, termasuk saksi mata dan barang bukti lain, untuk mengungkap latar belakang serta jaringan kriminal di balik peristiwa tersebut.

Baca juga:

Polisi berencana menggelar konferensi pers dalam waktu dekat untuk memaparkan detail penyelidikan kepada publik. Penangkapan para pelaku di dua provinsi berbeda menunjukkan efektivitas kerja sama lintas wilayah antara aparat keamanan, sekaligus menegaskan komitmen penegakan hukum terhadap kejahatan berat yang menargetkan warga lanjut usia.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *