Media Pendidikan – 04 April 2026 | Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) akan digelar pada bulan April 2026. TKA merupakan instrumen penilaian nasional yang bersifat tidak wajib dan tidak menjadi penentu kelulusan, melainkan sebagai salah satu indikator capaian pembelajaran.
Jadwal Pelaksanaan
Pelaksanaan TKA jenjang SMP sederajat dijadwalkan mulai 6 April hingga 16 April 2026. Seluruh siswa kelas 9 di seluruh Indonesia wajib mendaftar melalui sistem daring yang telah disiapkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Jadwal untuk jenjang SD akan diumumkan secara terpisah setelah tahap SMP selesai.
Materi dan Format Soal
Setiap peserta TKA SMP akan diuji dalam dua mata pelajaran, yaitu Matematika dan Bahasa Indonesia. Jumlah soal per mata pelajaran sebanyak 30 butir, yang terbagi menjadi 15 soal penguatan literasi atau numerasi. Sebanyak 70 persen soal (sekitar 21 soal) disusun oleh tim pusat, sedangkan 30 persen sisanya (sekitar 9 soal) berasal dari soal daerah. Waktu pengerjaan masing‑masing mata pelajaran adalah 75 menit. Selain itu, peserta juga diwajibkan mengisi survei karakter dan survei lingkungan belajar masing‑masing selama 20 menit.
Simulasi Sebagai Kunci Persiapan
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, menekankan pentingnya simulasi jelang pelaksanaan TKA. Menurutnya, simulasi membantu siswa mengasah logika, memahami trik mengerjakan soal, serta membiasakan diri dengan model soal yang akan muncul. “Jika sudah hafal model soal, siswa akan tahu cara mengerjakannya,” ujar Fajar dalam kunjungan ke sekolah‑sekolah di Kabupaten Karangasem, Bali, pada 2 April 2026. Ia menambahkan bahwa TKA tidak menentukan kelulusan, sehingga tekanan pada siswa dapat diminimalisir.
Persiapan Pemerintah Daerah
Beberapa pemerintah daerah telah melakukan langkah konkret untuk memastikan kelancaran pelaksanaan TKA. Di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Dinas Pendidikan melaporkan bahwa lebih dari 3.375 siswa kelas 9 telah terdaftar dan data mereka telah divalidasi bersama Dinas Kependudukan. Sosialisasi kepada kepala sekolah dan operator sekolah dilakukan sejak Februari 2026, termasuk pelatihan teknis terkait pelaksanaan tes. Di tingkat nasional, lebih dari empat juta siswa diproyeksikan akan mengikuti TKA SMP 2026, dengan koordinasi lintas daerah untuk mengatasi potensi hambatan seperti keterbatasan komputer atau gangguan listrik.
Dengan jadwal yang telah ditetapkan, materi yang terstruktur, serta dorongan kuat dari kementerian dan pemerintah daerah untuk melakukan simulasi, diharapkan siswa dapat menghadapi TKA 2026 dengan lebih percaya diri. Hasil tes nantinya akan menjadi bahan evaluasi bagi sekolah dan orang tua dalam memantau capaian akademik, sekaligus menjadi salah satu pertimbangan dalam jalur prestasi pendidikan lanjutan.


Komentar