Pendidikan
Beranda » Berita » Gubernur Ria Norsan Dorong Pendidikan West Kalimantan untuk Capai Target Indonesia 2045

Gubernur Ria Norsan Dorong Pendidikan West Kalimantan untuk Capai Target Indonesia 2045

Gubernur Ria Norsan Dorong Pendidikan West Kalimantan untuk Capai Target Indonesia 2045
Gubernur Ria Norsan Dorong Pendidikan West Kalimantan untuk Capai Target Indonesia 2045

Media Pendidikan – 04 Mei 2026 | Jawa Barat, 3 Mei 2026 – Gubernur West Kalimantan, Ria Norsan, menegaskan komitmen provinsi untuk memperkuat sumber daya manusia melalui program pendidikan yang lebih luas, sebagai bagian dari upaya mendukung visi Indonesia 2045. Pengumuman resmi disampaikan dalam rapat koordinasi di Pontianak pada Senin, 1 Mei 2026, yang dihadiri pejabat daerah, perwakilan lembaga pendidikan, dan tokoh masyarakat.

Program yang diberi nama “Gerakan Pendidikan 2045” mencakup serangkaian inisiatif, antara lain peningkatan jumlah sekolah dasar dan menengah di wilayah pedalaman, penyediaan beasiswa bagi siswa berprestasi, serta pengembangan infrastruktur digital untuk mendukung pembelajaran daring. Pemerintah provinsi menargetkan peningkatan partisipasi pendidikan dasar menjadi 98 persen pada akhir 2026, naik dari 94 persen pada 2024.

Baca juga:

“Pendidikan adalah fondasi utama bagi pembangunan sumber daya manusia di provinsi kami,” ujar Gubernur Ria Norsan dalam sambutan. Ia menambahkan bahwa peningkatan kualitas guru, penyediaan materi ajar modern, dan kolaborasi dengan universitas terkemuka akan menjadi prioritas utama untuk menyiapkan generasi yang siap bersaing di tingkat nasional dan global.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa West Kalimantan masih tertinggal dibandingkan provinsi lain dalam hal rasio guru‑siswa, dengan angka 1:35 di wilayah perkotaan dan 1:48 di daerah terpencil. Oleh karena itu, program ini juga mencakup pelatihan intensif bagi guru, khususnya dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam proses belajar mengajar.

Baca juga:

Selain fokus pada akses, pemerintah provinsi menyiapkan anggaran sebesar Rp 1,2 triliun untuk tiga tahun ke depan, yang akan dialokasikan untuk pembangunan fasilitas belajar, beasiswa, serta program pelatihan tenaga pendidik. Sebagian besar dana akan berasal dari APBN, dengan tambahan dukungan dari sektor swasta melalui skema kemitraan publik‑swasta (PPP).

Para pemangku kepentingan menilai langkah ini selaras dengan agenda nasional yang menargetkan Indonesia menjadi negara maju pada tahun 2045. Menurut Kepala Dinas Pendidikan Provinsi, Dr. Hadi Prasetyo, peningkatan kualitas pendidikan di West Kalimantan akan mempercepat pencapaian indikator pembangunan manusia (IPM) yang selama ini berada di bawah rata-rata nasional.

Baca juga:

Implementasi program diharapkan dimulai pada kuartal kedua 2026, dengan fase pertama mencakup renovasi 150 sekolah di daerah pedalaman dan peluncuran beasiswa bagi 5.000 siswa berprestasi. Pemerintah juga berencana mengintegrasikan kurikulum berbasis kompetensi dengan standar nasional, serta menambah program vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri lokal, seperti pertanian, perkebunan, dan pariwisata.

Jika berhasil, inisiatif ini tidak hanya akan meningkatkan angka partisipasi pendidikan, tetapi juga memperkuat daya saing ekonomi provinsi melalui tenaga kerja yang lebih terampil. Gubernur Ria Norsan menutup pertemuan dengan harapan seluruh pihak dapat berkontribusi secara aktif, mengingat pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi kemakmuran West Kalimantan dan Indonesia secara keseluruhan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *