Media Pendidikan – 03 Mei 2026 | Dalam pernyataannya pada tanggal 2 Mei 2026, Mendikti Sains dan Teknologi Brian Yuliarto menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan pendidikan yang bermutu. Ia menegaskan bahwa upaya meningkatkan kualitas pendidikan tidak dapat dijalankan oleh satu pihak saja, melainkan memerlukan peran serta seluruh elemen bangsa.
Gagasan gotong royong dalam bidang pendidikan mencakup beberapa dimensi. Pertama, peran pemerintah sebagai pembuat kebijakan dan penyedia anggaran tetap menjadi landasan utama. Kedua, institusi pendidikan, baik di tingkat sekolah maupun perguruan tinggi, dituntut untuk berinovasi dalam kurikulum, metode pengajaran, dan evaluasi hasil belajar. Ketiga, sektor swasta dapat memberikan kontribusi melalui program beasiswa, pelatihan kejuruan, serta investasi infrastruktur belajar. Keempat, keluarga dan lingkungan sekitar siswa menjadi faktor penting dalam menumbuhkan motivasi belajar dan nilai moral.
Brian Yuliarto juga menyinggung bahwa tantangan pendidikan saat ini tidak hanya bersifat teknis, melainkan melibatkan aspek sosial dan budaya. Oleh karena itu, sinergi antar‑elemen harus didasarkan pada pemahaman bersama tentang tujuan akhir: menghasilkan generasi yang kompeten, berkarakter, dan siap bersaing di tingkat global.
Walaupun pernyataan tersebut belum diikuti dengan rincian program konkret, pesan utama yang ingin disampaikan adalah pentingnya semangat kebersamaan. Sejalan dengan semangat tersebut, berbagai pihak diharapkan dapat menyusun rencana aksi yang selaras, mengoptimalkan sumber daya yang ada, serta menghindari duplikasi upaya.
Penutupnya, Yuliarto mengajak semua pihak untuk menumbuhkan budaya kolaboratif dalam setiap aspek pendidikan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan. Ia menegaskan bahwa hanya dengan kerja sama yang kuat, Indonesia dapat mewujudkan sistem pendidikan yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi.


Komentar