Media Pendidikan – 04 Mei 2026 | Jakarta, 2 Mei 2026 – Tim nasional Italia mengalami kegagalan mengejutkan dengan tidak lolos ke Piala Dunia 2026 setelah kalah 1-4 dari Bosnia dan Herzegovina pada final playoff kualifikasi. Kegagalan ini menandai ketiga kali beruntun Italia absen dari turnamen terbesar sepak bola setelah edisi 2018 dan 2022, meski format baru memperluas jumlah peserta menjadi 48 tim.
Awal laga terlihat menjanjikan bagi Gli Azzurri ketika Moise Kean mencetak gol pembuka, namun tekanan tuan rumah Bosnia membuat Italia kehilangan kendali dan akhirnya menelan empat gol. Hasil tersebut mempertegas kerentanan skuad yang selama ini dianggap sebagai salah satu tim elit di dunia.
Pengamat sepak bola Mohamad Kusnaeni menilai kegagalan ini tidak sekadar soal performa di satu pertandingan. Ia mengungkapkan, “Secara peringkat FIFA, Italia sebenarnya masih di posisi atas (peringkat ke-12 dunia). Namun kegagalan ini menunjukkan adanya masalah mendasar dalam tim,” dan menambahkan bahwa krisis regenerasi menjadi faktor utama penurunan kualitas pemain muda yang belum mampu bersaing di level klub besar Eropa.
Kusnaeni menyoroti bahwa dalam beberapa tahun terakhir, Italia tidak menghasilkan bintang baru yang dapat mengisi posisi veteran. “Kita tidak melihat pemain Italia menjadi bintang di klub besar Eropa saat ini,” kata ia, menandai kesenjangan antara ekspektasi publik dan realitas lapangan.
Data FIFA menunjukkan Italia berada pada peringkat 12 dunia, namun peringkat tersebut tidak dapat menjamin kelolosan dalam sistem kualifikasi yang semakin kompetitif. Persaingan ketat antarnegara di tiap benua, terutama di zona UEFA, menghasilkan kejutan besar seperti Bosnia yang berhasil mengalahkan tim bergengsi.
Kegagalan Italia membuka peluang bagi tim-tim debutan seperti Cape Verde, Curacao, Yordania, dan Uzbekistan untuk mengisi kekosongan dan menambah warna pada Piala Dunia 2026. Turnamen yang akan digelar di tiga negara Amerika Utara tersebut diperkirakan akan menjadi ajang penuh dinamika, dengan lebih banyak negara berpotensi menembus babak final.
Menanggapi situasi ini, federasi sepak bola Italia dijadwalkan mengadakan evaluasi menyeluruh terhadap program pembinaan usia muda, termasuk peninjauan kembali akademi klub dan kerja sama dengan liga domestik untuk memberi kesempatan bermain lebih banyak kepada talenta muda.
Dengan Italia kini berada di luar jalur Piala Dunia, sorotan internasional beralih pada upaya perbaikan struktural yang diperlukan untuk mengembalikan kejayaan Azzurri di masa depan.


Komentar