Gaya Hidup
Beranda » Berita » Bijak Bermedia Sosial: Kunci Jaga Kesehatan Mental di Era Digital

Bijak Bermedia Sosial: Kunci Jaga Kesehatan Mental di Era Digital

Bijak Bermedia Sosial: Kunci Jaga Kesehatan Mental di Era Digital
Bijak Bermedia Sosial: Kunci Jaga Kesehatan Mental di Era Digital

Media Pendidikan – 04 Mei 2026 | Jakarta, 30 April 2026 – Pada kesempatan wawancara bersama Program RRI PRO 3, psikolog Universitas Hang Tuah Surabaya, Desi Nur Utami, menekankan bahwa penggunaan media sosial secara bijak menjadi faktor kunci untuk menjaga kesehatan mental di era digital yang semakin terhubung.

Desi menjelaskan bahwa banyak pengguna media sosial cenderung mencari validasi diri melalui postingan yang tampak sempurna. Konten yang dipublikasikan seringkali telah disaring dan diedit agar terlihat menarik, sehingga menciptakan persepsi tidak realistis tentang kehidupan orang lain. “Jadi tidak perlu kita membandingkan diri dengan orang lain, karena saya yakin, setiap orang itu pasti punya suka-dukanya,” ujarnya.

Baca juga:

Selain tekanan psikologis akibat perbandingan, kelebihan informasi juga menjadi beban tersendiri. Desi menyarankan agar pengguna menyaring berita dan konten yang masuk, serta mengatur waktu paparan media sosial. “Informasi yang terlalu banyak dapat membuat pikiran menjadi pusing; menyaringnya membantu menjaga keseimbangan emosional,” katanya.

Gejala awal kelelahan emosional, seperti rasa lelah secara mental, sebaiknya diidentifikasi sejak dini. Desi mengajak pembaca untuk memberi jeda pada diri sendiri, misalnya dengan istirahat sejenak atau melakukan refleksi positif. “Coba ingat hal‑hal baik yang terjadi hari ini, rezeki‑rezeki yang didapat, sehingga kita dapat memaknai hari dengan lebih positif,” ia menambahkan.

Baca juga:

Layanan konseling daring kini menjadi pilihan praktis bagi mereka yang membutuhkan bantuan profesional namun memiliki keterbatasan waktu. Desi menegaskan bahwa masalah psikologis sebaiknya ditangani oleh tenaga ahli agar tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih serius. “Carilah bantuan pada yang profesional agar ditangani dan teratasi lebih cepat,” pungkasnya.

Dengan meningkatnya kesadaran akan dampak negatif media sosial, para pakar kesehatan mental berharap masyarakat dapat mengadopsi pola penggunaan yang lebih sadar dan selektif. Langkah kecil seperti mematikan notifikasi, menentukan batas waktu harian, dan menyeleksi sumber informasi diyakini dapat memperkuat ketahanan mental di tengah arus digital yang terus mengalir.

Baca juga:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *