Media Pendidikan – 22 April 2026 | Aktivitas seismik di Gunung Slamet meningkat pada hari ini, dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan level II atau Waspada. Peningkatan ini menandakan potensi letusan atau longsor yang lebih tinggi, sehingga pihak berwenang menegaskan pentingnya tindakan preventif.
Data yang dipublikasikan BMKG menunjukkan frekuensi gempa meningkat menjadi 12 kali per jam, dengan magnitudo berkisar antara 1,5 hingga 2,3 skala Richter. Titik pusat gempa berada pada koordinat 7° 7′ 42″ LS – 109° 21′ 48″ BT, tepat di lereng selatan gunung.
Pemerintah daerah telah menyiapkan posko darurat di beberapa desa sekitar, termasuk di Desa Purbayan dan Desa Tugu. Tim SAR dilengkapi dengan peralatan deteksi lahar dan pemantau gas vulkanik, siap merespon bila terjadi pergerakan material yang signifikan.
Warga di sekitar zona aman diminta untuk tetap mengikuti informasi melalui media resmi, termasuk situs BMKG dan aplikasi Siaga Gunung. Aktivitas pertanian, perikanan, serta pariwisata di area tersebut harus ditunda hingga status kembali turun ke level I.
Dengan status Waspada yang masih berlaku, para ahli menekankan bahwa kepatuhan terhadap batas aman dapat mengurangi risiko korban jiwa dan kerugian material. Pemantauan terus dilakukan 24 jam, dan pembaruan situasi akan diumumkan secara berkala.


Komentar