Daerah
Beranda » Berita » Pramono Perintahkan Penanganan Massal Ikan Sapu-sapu di Lima Wilayah Jakarta

Pramono Perintahkan Penanganan Massal Ikan Sapu-sapu di Lima Wilayah Jakarta

Pramono Perintahkan Penanganan Massal Ikan Sapu-sapu di Lima Wilayah Jakarta
Pramono Perintahkan Penanganan Massal Ikan Sapu-sapu di Lima Wilayah Jakarta

Media Pendidikan – 15 April 2026 | Walikota DKI Jakarta, Pramono, mengeluarkan instruksi tegas untuk melakukan penanggulangan massal ikan sapu-sapu, spesies invasif yang dianggap mengancam kelestarian ekosistem perairan kota. Aksi pengendalian ini direncanakan akan dilaksanakan pada minggu depan di lima wilayah administrasi Jakarta, sebagai upaya menurunkan populasi ikan yang dipandang merusak lingkungan.

Rencana operasional mencakup lima kecamatan yang paling terdampak, yakni Cengkareng, Kelapa Gading, Tebet, Pancoran, dan Pulogadung. Setiap lokasi akan dipasok dengan tim penangkap ikan, peralatan penangkapan khusus, serta tenaga ahli biologi perairan yang akan memantau efektivitas proses. Dinas Lingkungan Hidup menargetkan pengurangan populasi ikan sapu-sapu sebesar 70% dalam tiga bulan pertama pelaksanaan.

Baca juga:

Data yang tersedia menunjukkan bahwa sejak 2022, populasi ikan sapu-sapu di wilayah Jakarta meningkat hampir tiga kali lipat, mencapai estimasi lebih dari 200 ribu ekor di sungai-sungai utama. Pertumbuhan ini dipicu oleh masuknya spesies tersebut melalui jaringan saluran air dari luar kota, yang kemudian menemukan kondisi lingkungan yang mendukung reproduksi cepat.

Pengendalian massal ini tidak hanya melibatkan penangkapan, tetapi juga tindakan pencegahan jangka panjang. Tim ahli akan melakukan survei habitat, memperbaiki kualitas air, dan melakukan edukasi kepada warga tentang bahaya spesies invasif. “Keterlibatan masyarakat sangat penting, karena pencegahan penyebaran ikan sapu-sapu dapat dimulai dari tindakan sederhana seperti tidak membuang ikan ke saluran air,” tambah Pramono.

Baca juga:

Langkah ini mendapat dukungan dari beberapa organisasi lingkungan, termasuk LSM Hijau Jakarta, yang menilai bahwa intervensi cepat dapat mencegah dampak ekologis yang lebih parah. Namun, mereka juga mengingatkan perlunya monitoring berkelanjutan dan evaluasi hasil setelah program selesai.

Sejauh ini, persiapan logistik dan koordinasi lintas sektor telah selesai, dan tim lapangan diperkirakan akan memulai aksi pada Senin depan. Pemerintah kota berjanji akan mengeluarkan laporan berkala mengenai progres penanganan, termasuk data jumlah ikan yang berhasil diangkat dan perubahan kualitas air di tiap wilayah.

Baca juga:

Dengan langkah tegas ini, diharapkan Jakarta dapat mengendalikan penyebaran ikan sapu-sapu, melindungi keanekaragaman hayati perairan, serta menjaga kualitas lingkungan bagi warga kota. Perkembangan selanjutnya akan terus dipantau dan dilaporkan kepada publik.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *