Media Pendidikan – 29 April 2026 | Teheran, 28 April 2026 – Pemerintah Iran mengumumkan kesiapan membagikan kemampuan pertahanan militer kepada negara‑negara merdeka, khususnya anggota Shanghai Cooperation Organisation (SCO). Inisiatif ini ditujukan untuk memperkuat aliansi melawan dominasi militer Amerika Serikat di berbagai zona konflik.
Pengumuman tersebut disampaikan dalam sebuah konferensi pers di istana kepresidenan Tehran, di mana juru bicara Kementerian Pertahanan Iran menegaskan bahwa Iran akan menyediakan teknologi, pelatihan, serta strategi pertahanan yang telah teruji. “Kami siap membantu negara sahabat dalam memperkuat pertahanan mereka, termasuk transfer sistem rudal, sistem pertahanan udara, dan taktik pertempuran modern,” ujarnya.
SCO yang terdiri dari delapan negara anggota—Cina, Rusia, India, Pakistan, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Tajikistan, dan Uzbekistan—menjadi fokus utama Tehran. Iran menekankan bahwa dukungan ini tidak terbatas pada peralatan, melainkan juga pada pengetahuan taktis untuk menghadapi operasi militer AS yang dianggapnya mengganggu kedaulatan negara‑negara merdeka.
Strategi yang diusung Iran meliputi tiga pilar utama: integrasi teknologi pertahanan, pelatihan personel militer sekutu, dan koordinasi intelijen lintas negara. Dalam praktiknya, Iran berencana mengirim tim ahli ke ibu kota anggota SCO untuk melakukan workshop intensif selama tiga minggu, sekaligus mengadakan simulasi pertempuran siber yang meniru taktik operasi AS.
Pengumuman ini muncul bersamaan dengan meningkatnya ketegangan antara AS dan sekutu-sekutunya di kawasan Asia‑Pasifik serta Timur Tengah. Analis militer menilai bahwa langkah Iran dapat mengubah dinamika kekuatan regional, khususnya jika negara‑negara SCO mengadopsi taktik anti‑AS secara terkoordinasi.
Namun, reaksi internasional beragam. Beberapa pihak mencatat bahwa transfer teknologi militer dapat memicu perlombaan senjata di kawasan tersebut. Sementara itu, perwakilan diplomatik negara anggota SCO menegaskan bahwa kerja sama ini bersifat defensif dan tidak mengancam keamanan global.
Ke depan, Iran berjanji akan menindaklanjuti program ini dengan perjanjian resmi yang mencakup jadwal pengiriman peralatan dan pelatihan. “Kami berharap kerja sama ini menjadi fondasi baru bagi keamanan regional yang lebih mandiri,” tutup juru bicara tersebut.


Komentar