Internasional
Beranda » Berita » Blokade Laut AS terhadap Pelabuhan Iran Siap Diluncurkan dalam Hitungan Jam

Blokade Laut AS terhadap Pelabuhan Iran Siap Diluncurkan dalam Hitungan Jam

Blokade Laut AS terhadap Pelabuhan Iran Siap Diluncurkan dalam Hitungan Jam
Blokade Laut AS terhadap Pelabuhan Iran Siap Diluncurkan dalam Hitungan Jam

Media Pendidikan – 13 April 2026 | Amerika Serikat akan memulai blokade maritim terhadap pelabuhan-pelabuhan utama Iran dalam beberapa jam ke depan, menurut siaran langsung BBC. Keputusan ini diambil setelah meningkatnya ketegangan di wilayah Teluk Persia, di mana Iran sebelumnya menuduh Amerika melakukan provokasi melalui serangan terhadap kapal dagang.

Pengumuman resmi datang dari Gedung Putih, dengan seorang juru bicara menyatakan, “The United States will begin a maritime blockade of Iranian ports within hours,” menegaskan komitmen Washington untuk mengeksekusi kebijakan yang telah diperingatkan sebelumnya. Blokade tersebut akan melibatkan penegakan larangan masuk bagi kapal-kapal komersial yang beroperasi di pelabuhan-pelabuhan strategis Iran, termasuk Bandar Abbas, Khorramshahr, dan Bushehr.

Baca juga:

Latihan Kebijakan yang Sudah Diperbincangkan

Langkah ini bukan pertama kalinya Presiden Donald Trump mengusung retorika keras terhadap Iran. Pada tahun-tahun sebelumnya, Trump pernah menyinggung kemungkinan menutup Selat Hormuz, jalur penyebrangan utama yang menyalurkan sekitar 20% produksi minyak dunia. Artikel Tempo.co mengulas konsekuensi ekonomi global apabila Selat Hormuz ditutup, menyoroti potensi lonjakan harga minyak dan gangguan rantai pasokan energi internasional.

Selain itu, Jakarta Globe melaporkan bahwa Trump sempat mengeluarkan pernyataan keras yang mengancam akan menghancurkan infrastruktur kunci Iran, termasuk fasilitas nuklir dan jaringan pipa minyak, dalam sebuah postingan berisi kata-kata kasar. Meskipun pernyataan tersebut menuai kritikan luas, kini kebijakan blokade laut tampak menjadi wujud konkret dari ancaman-ancaman verbal tersebut.

Baca juga:

Blokade yang akan diterapkan mencakup penempatan kapal patroli angkatan laut AS di sekitar wilayah perairan Iran, serta pemberian perintah kepada operator pelayaran internasional untuk menghindari zona tersebut. Pemerintah Iran menanggapi langkah ini dengan kecaman tajam, menyatakan bahwa tindakan tersebut melanggar hukum internasional dan akan memicu eskalasi lebih lanjut.

Para ahli keamanan maritim memperingatkan bahwa penegakan blokade dapat menimbulkan risiko benturan langsung antara kapal militer AS dan kapal dagang Iran. Dalam konteks ini, potensi insiden di Selat Hormuz menjadi sorotan utama, mengingat jalur tersebut merupakan salah satu rute pengiriman minyak paling sibuk di dunia.

Baca juga:

Sejumlah negara sahabat, termasuk Uni Emirat Arab dan Arab Saudi, menyatakan keprihatinan mereka terhadap ketegangan yang meningkat, sambil menyerukan dialog diplomatik sebagai solusi alternatif. Sementara itu, pasar minyak global menunjukkan volatilitas, dengan harga Brent naik beberapa dolar setelah berita blokade tersebar.

Dengan blokade yang dijadwalkan mulai dalam hitungan jam, dunia menantikan perkembangan selanjutnya. Pengamat menilai bahwa aksi ini dapat menjadi titik balik dalam hubungan Amerika-Iran, sekaligus menguji efektivitas kebijakan tekanan ekonomi dalam mencapai tujuan geopolitik.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *