Media Pendidikan – 29 April 2026 | Pendiri Chery, Yin Tongyue, menegaskan ambisinya untuk menempatkan perusahaan otomotif asal Wuhu tersebut sejajar dengan Toyota dan Apple. Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan pada awal tahun 2024, Yin menargetkan penjualan 2,8 juta unit pada tahun 2025. Angka tersebut, jika tercapai, akan melambungkan Chery menjadi salah satu produsen mobil terkemuka di dunia, sekaligus menandai transformasi signifikan dalam strategi pertumbuhan perusahaan.
Chery didirikan pada tahun 1997 dan selama lebih dari dua dekade telah mengembangkan jaringan distribusi di lebih dari 80 negara. Meskipun sebelumnya dikenal sebagai produsen mobil berbiaya menengah, perusahaan ini mulai beralih ke segmen premium dengan meluncurkan model listrik dan hibrida yang menargetkan konsumen berpendapatan tinggi. Upaya diversifikasi ini sejalan dengan kebijakan pemerintah China yang mendukung kendaraan ramah lingkungan.
Target 2,8 juta unit tidak muncul begitu saja. Yin Tongyue menjelaskan, “Kami yakin dapat mencapai penjualan 2,8 juta unit pada tahun 2025, dengan mengoptimalkan kapasitas pabrik dan memperluas jaringan dealer di pasar-pasar strategis.” Ia menambahkan bahwa investasi sebesar US$ 5 miliar akan dialokasikan untuk riset dan pengembangan serta peningkatan lini produksi di pabrik utama Wuhu.
Jika dibandingkan, Toyota mencatat penjualan lebih dari 10 juta unit secara global pada tahun 2023, sementara Apple melaporkan pendapatan tahunan melebihi US$ 380 miliar. Yin tidak berambisi menyaingi skala kedua perusahaan tersebut secara langsung, melainkan mengincar posisi yang setara dalam hal inovasi, brand value, dan pengaruh pasar otomotif digital. Dengan meluncurkan platform kendaraan terhubung, Chery berusaha menjadi pemain utama di ekosistem mobilitas masa depan.
Namun, tantangan tetap ada. Persaingan ketat di pasar listrik, fluktuasi biaya bahan baku, dan regulasi emisi yang semakin ketat menuntut Chery untuk meningkatkan efisiensi operasional. Untuk mengatasinya, perusahaan mengadopsi teknologi manufaktur pintar, memperkuat kolaborasi dengan pemasok baterai lokal, serta memperluas layanan purna jual berbasis data. Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat menurunkan biaya produksi sebesar 12 % hingga akhir 2024.
Secara keseluruhan, strategi ambisius Yin Tongyue menandai titik balik bagi Chery. Jika target penjualan 2,8 juta unit tercapai, perusahaan tidak hanya akan menutup kesenjangan dengan Toyota, tetapi juga menegaskan posisi sebagai merek yang mampu bersaing di era digital bersama raksasa teknologi seperti Apple. Perkembangan selanjutnya akan menjadi indikator utama keberhasilan transformasi industri otomotif China.


Komentar