Ekonomi
Beranda » Berita » Wall Street Melemah, Harga Minyak Mahal Picu Kekhawatiran Inflasi Meningkat

Wall Street Melemah, Harga Minyak Mahal Picu Kekhawatiran Inflasi Meningkat

Wall Street Melemah, Harga Minyak Mahal Picu Kekhawatiran Inflasi Meningkat
Wall Street Melemah, Harga Minyak Mahal Picu Kekhawatiran Inflasi Meningkat

Media Pendidikan – 19 Mei 2026 | Ilustrasi Wall Street. Foto: Shutterstock

Indeks utama saham AS atau Wall Street melemah pada penutupan perdagangan Senin (18/5). Dengan Nasdaq yang didominasi saham teknologi memimpin penurunan seiring investor mengambil keuntungan.

Baca juga:

Kenaikan tajam imbal hasil obligasi pemerintah AS (treasury) dan harga minyak memicu kekhawatiran bahwa inflasi serta biaya pinjaman dapat tetap tinggi.

Mengutip Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average turun 6,32 poin atau 0,01 persen menjadi 49.519,85. S&P 500 turun 32,03 poin atau 0,43 persen ke 7.376,47, sedangkan Nasdaq Composite merosot 233,78 poin atau 0,89 persen menjadi 25.991,37.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun, yang menjadi acuan biaya pinjaman global, berada di level 4,63 persen setelah sebelumnya naik ke posisi tertinggi sejak Februari 2025.

Baca juga:

Aksi jual di pasar obligasi dipicu oleh lonjakan harga minyak yang meningkatkan kekhawatiran bahwa inflasi dapat bertahan tinggi dan menjaga biaya pinjaman tetap mahal.

Tim Ghriskey, Senior Portfolio Strategist di Ingalls & Snyder, New York, mengatakan bahwa ada kekhawatiran terhadap reli yang terjadi dalam waktu singkat, dan ada aksi ambil untung.

Sektor teknologi informasi turun 1,9 persen dan menjadi penekan terbesar di antara 11 sektor utama S&P 500. Saham-saham chip termasuk yang paling membebani pasar, dengan Philadelphia SE Semiconductor Index turun 3,8 persen.

Baca juga:

Sementara itu, sektor energi menjadi sektor dengan kinerja terbaik, naik 1,8 persen.

Pelaku pasar kini memperkirakan peluang lebih dari 40 persen bahwa Federal Reserve (The Fed) akan menaikkan suku bunga setidaknya 25 basis poin pada Januari, menurut alat FedWatch CME.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *