Media Pendidikan – 19 Mei 2026 | Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, berencana untuk mendorong hadirnya insentif pajak bagi industri perfilman internasional di Indonesia. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing Indonesia di kancah perfilman internasional, sebagaimana yang telah diterapkan oleh negara-negara seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura.
Ia menekankan bahwa kemudahan perizinan bagi industri film asing perlu diperkuat, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk mendukung promosi budaya, daerah, dan pariwisata Indonesia melalui kegiatan syuting film. “Kalau syuting di daerah itu sebenarnya promosi budaya, promosi daerah, dan promosi pariwisata. Jadi harus dipermudah, jangan dipersulit,” ujarnya.
Sebelumnya, Produser Film, Manoj Punjabi, menyoroti beban pajak film nasional yang dinilai lebih berat dibanding film asing. Ia mengungkapkan bahwa film nasional dikenakan pajak dua kali, sementara film asing hanya satu kali.


Komentar