Media Pendidikan – 10 April 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik pertama di Indonesia milik PT VKTR Sakti Industries (VKTS) pada Kamis, 9 April 2024, di Magelang, Jawa Tengah. Acara yang dihadiri oleh pejabat pemerintah, pengusaha, serta tokoh industri otomotif ini menandai langkah penting dalam percepatan transformasi mobilitas ramah lingkungan di tanah air.
Fasilitas dan Kapasitas Produksi
Pabrik VKTS dibangun di kawasan industri Magelang dengan luas lahan lebih dari 30.000 meter persegi. Fasilitas modern ini dilengkapi lini perakitan otomatis, ruang uji kendaraan listrik, serta laboratorium pengembangan baterai yang didukung oleh teknologi terkini. Menurut pernyataan resmi perusahaan, pabrik ini dirancang untuk memproduksi hingga 10.000 unit kendaraan komersial listrik per tahun, dengan rencana ekspansi kapasitas pada fase kedua pembangunan.
Presiden Prabowo Pujikan Industri EV Indonesia
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya pengembangan industri kendaraan listrik (EV) sebagai bagian integral dari agenda pengurangan emisi karbon dan ketahanan energi nasional. “VKTR menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi pasar potensial, tetapi juga produsen kompetitif kendaraan listrik. Ini adalah bukti nyata komitmen pemerintah dalam mendukung inovasi dan investasi di sektor strategis,” ujar Prabowo.
Presiden juga memuji upaya kolaboratif antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga riset yang telah menghasilkan ekosistem pendukung bagi pengembangan EV, termasuk kebijakan insentif fiskal, penyediaan infrastruktur pengisian listrik, serta program pelatihan tenaga kerja khusus.
Implikasi Ekonomi dan Lingkungan
Pendirian pabrik VKTS diproyeksikan menciptakan lebih dari 1.200 lapangan kerja langsung, serta peluang usaha bagi pemasok komponen lokal, khususnya pada sektor baterai, motor listrik, dan sistem kontrol. Dampak ekonomi ini diharapkan dapat memperkuat basis industri manufaktur Indonesia dan meningkatkan ekspor produk kendaraan listrik ke pasar regional.
Dari sisi lingkungan, produksi kendaraan listrik berpotensi mengurangi emisi CO2 sebesar jutaan ton per tahun bila digantikan kendaraan berbahan bakar fosil di sektor transportasi komersial. Pemerintah menargetkan penurunan intensitas emisi transportasi sebesar 30% pada tahun 2030, dan fasilitas seperti VKTS menjadi pilar utama pencapaian target tersebut.
Langkah Selanjutnya
VKTR berencana meluncurkan seri pertama kendaraan komersial listriknya pada akhir 2024, dengan fokus pada truk ringan dan van pengiriman yang dapat menempuh jarak hingga 300 kilometer per pengisian penuh. Selain itu, perusahaan mengumumkan kerja sama dengan beberapa universitas ternama untuk riset baterai solid-state yang diharapkan meningkatkan keamanan dan densitas energi.
Presiden Prabowo menutup upacara dengan mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus mendukung percepatan adopsi kendaraan listrik, menegaskan bahwa keberhasilan industri ini akan menjadi contoh nyata transformasi ekonomi hijau Indonesia.
Resmi dibuka, pabrik VKTS di Magelang kini menjadi simbol kemajuan teknologi domestik dan komitmen pemerintah dalam mewujudkan masa depan mobilitas bersih, sekaligus membuka peluang investasi lebih luas bagi pelaku industri otomotif internasional yang tertarik berpartner di Indonesia.


Komentar