Media Pendidikan – 07 Mei 2026 | Jakarta, 7 Mei 2026 – Penyanyi pop Vicky Shu mengungkapkan momen paling mengharukan dalam kariernya ketika ia belajar melantunkan Surat Al‑Fatihah menggunakan Bahasa Isyarat. Rekaman video yang dipublikasikan oleh Fajar.co.id memperlihatkan sang artis berjuang merangkai gerakan tangan sekaligus menahan air mata.
Video tersebut menandai kolaborasi Vicky dengan Lembaga Bahasa Isyarat Indonesia (LBII) yang mengundangnya untuk memahami cara mengekspresikan doa dalam bahasa visual. Tujuannya adalah memperluas inklusi bagi komunitas tuli yang selama ini kurang terlayani dalam konten keagamaan.
Proses Belajar Al‑Fatihah dalam Bahasa Isyarat
Selama sesi latihan, Vicky harus menghafal urutan gerakan yang mewakili setiap kata dalam Al‑Fatihah. Ia menyebutkan bahwa menyesuaikan napas, ritme, dan arti simbol membutuhkan konsentrasi ekstra dibandingkan dengan menyanyikan lirik secara biasa.
Saat ia berhasil menyelesaikan rangkaian isyarat pertama, mata Vicky mulai berair. Tangannya yang gemetar menandakan betapa beratnya proses belajar bagi seseorang yang terbiasa mengekspresikan diri lewat suara. Momen tersebut langsung menjadi viral setelah diposting.
“Saya tidak pernah menyadari betapa sulitnya menyampaikan doa tanpa suara,” ujar Vicky dalam wawancara singkat setelah rekaman selesai, menambahkan, “Setiap gerakan mengandung makna yang dalam, dan saya merasakannya dengan seluruh hati.”
Pengalaman itu membuka perspektif baru bagi Vicky tentang keterbatasan yang dihadapi oleh penyandang disabilitas. Ia menegaskan pentingnya pendidikan bahasa isyarat di sekolah dan media massa, serta mengajak para artis lain untuk ikut serta dalam kampanye serupa.
Respon publik pun positif; lebih dari 120 ribu penonton memberikan komentar dukungan dan mengapresiasi keberanian Vicky. Banyak pengguna media sosial menyoroti betapa video tersebut memberi harapan bagi komunitas tuli untuk lebih terlibat dalam aktivitas keagamaan.
Vicky berencana mengadakan workshop Bahasa Isyarat bersama LBII pada akhir tahun ini, dengan harapan menumbuhkan kesadaran dan empati. Ia juga menargetkan produksi konten musik yang dilengkapi terjemahan isyarat secara permanen.
Kesimpulannya, proses belajar Al‑Fatihah Bahasa Isyarat tidak hanya menjadi pelajaran pribadi bagi Vicky Shu, tetapi juga menjadi panggilan bagi seluruh industri hiburan Indonesia untuk lebih inklusif dan menghargai keberagaman kemampuan.


Komentar