Nasional
Beranda » Berita » Penumpang Bus ALS Selamat dari Maut, Masih Terngiang Jeritan dan Kobaran Api

Penumpang Bus ALS Selamat dari Maut, Masih Terngiang Jeritan dan Kobaran Api

Penumpang Bus ALS Selamat dari Maut, Masih Terngiang Jeritan dan Kobaran Api
Penumpang Bus ALS Selamat dari Maut, Masih Terngiang Jeritan dan Kobaran Api

Media Pendidikan – 07 Mei 2026 | Pada 6 Mei 2026, tiga penumpang yang berada di dalam bus ALS jurusan Kabupaten Pati, Jawa Tengah menuju Medan selamat dari kecelakaan yang berujung pada kebakaran hebat. Meskipun selamat, ketiganya mengaku masih dihantui oleh jeritan korban dan kobaran api yang melalap kendaraan.

Kronologi Kecelakaan

Bus ALS yang berangkat dari Pati pada sore hari mengalami kecelakaan di sebuah jalur lintas provinsi. Benturan kuat menyebabkan bodi bus pecah, kemudian bahan bakar yang tumpah memicu api yang menyala cepat. Penumpang terperangkap dalam kabin yang penuh asap, namun tiga orang berhasil keluar sebelum api melahap seluruh bus.

Baca juga:

“Saya masih terngiang jeritan mereka dan panas api yang menyala di sekitar saya,” ujar salah satu survivor, seorang pria berusia tiga puluh tahun, yang meminta anonim. “Rasa takut itu belum hilang meski sudah berlalu hari demi hari,” tambahnya.

Tim medis yang tiba di lokasi memberikan pertolongan pertama, kemudian membawanya ke rumah sakit terdekat di Pati. Pemerintah daerah setempat mengirimkan bantuan logistik serta konseling bagi para korban dan keluarga yang terdampak.

Baca juga:

Data Pendukung

  • Jumlah penumpang bus: sekitar 45 orang
  • Jumlah korban tewas: diperkirakan 30 orang
  • Jumlah penumpang selamat: 3 orang
  • Rute: Kabupaten Pati (Jawa Tengah) – Medan (Sumatera Utara)
  • Tanggal kejadian: 6 Mei 2026

Pihak berwenang kini menyelidiki penyebab utama kecelakaan, termasuk kondisi jalan, kecepatan kendaraan, serta standar keamanan pada armada ALS. Pemeriksaan rekaman CCTV dan wawancara saksi sedang dilakukan untuk mengungkap faktor-faktor yang berkontribusi.

Selain upaya penyelidikan, pemerintah provinsi Jawa Tengah berjanji meningkatkan inspeksi armada ALS serta memperketat prosedur keselamatan penumpang. Kementerian Perhubungan juga diminta meninjau kembali regulasi terkait penggunaan bahan bakar dan sistem pemadam kebakaran pada kendaraan umum.

Baca juga:

Kasus ini menambah daftar panjang kecelakaan transportasi yang menimpa Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, memicu perdebatan publik tentang standar keselamatan publik dan tanggung jawab operator transportasi.

Dengan tiga penyintas yang masih bergulat dengan kenangan mengerikan, tragedi ini menjadi pengingat keras bagi seluruh pihak terkait untuk menegakkan standar keselamatan yang lebih ketat demi mencegah kejadian serupa di masa depan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *