Media Pendidikan – 15 April 2026 | Jakarta, 15 April 2026 – Sebuah kebakaran yang melibatkan PT Terra Drone menewaskan 22 orang, memicu kekecewaan mendalam di kalangan keluarga korban, terutama orangtua yang masih berusaha menghubungi pihak perusahaan untuk proses santunan.
Kebakaran tersebut terjadi baru-baru ini di suatu fasilitas yang belum diungkap secara rinci, menewaskan total 22 jiwa. Sebagian besar korban adalah pekerja perusahaan, termasuk beberapa anggota keluarga yang berada di lokasi pada saat kejadian. Meskipun pihak berwenang telah melakukan penyelidikan awal, keluarga korban masih menghadapi hambatan dalam mendapatkan kejelasan mengenai kompensasi.
Mulyati, ibu dari salah satu korban, menyatakan rasa frustrasinya atas lambatnya respons dari PT Terra Drone. Ia mengatakan, “Saya sangat kecewa karena tidak ada respons yang memadai dari pihak perusahaan, padahal kami membutuhkan santunan untuk membantu keluarga yang ditinggalkan.” Pernyataan tersebut mencerminkan keprihatinan luas di antara para orangtua yang kehilangan anak maupun menantinya.
Di samping itu, Mulyati mengungkapkan kesulitan dalam proses administrasi pengurusan santunan bagi cucunya. Ia menambahkan bahwa belum ada petunjuk resmi mengenai dokumen yang harus diserahkan, jadwal pertemuan, maupun besaran santunan yang akan diberikan. Situasi ini menimbulkan beban tambahan bagi keluarga yang masih berduka, sekaligus menimbulkan pertanyaan tentang tanggung jawab sosial perusahaan dalam menghadapi tragedi semacam ini.
Pihak berwenang setempat, termasuk dinas tenaga kerja dan badan keselamatan kerja, telah meminta klarifikasi resmi dari PT Terra Drone terkait langkah-langkah penanggulangan pasca kebakaran. Namun, hingga saat ini belum ada pernyataan publik yang memuaskan dari perusahaan. Keluarga korban berharap agar perusahaan dapat segera membuka jalur komunikasi yang transparan dan menyediakan prosedur yang jelas untuk pengajuan santunan.
Data resmi menunjukkan bahwa 22 korban terdiri dari 15 pria dan 7 wanita, dengan rentang usia antara 22 hingga 58 tahun. Kebakaran tersebut menewaskan sekaligus melukai beberapa orang lain, menambah beban penanganan medis di rumah sakit setempat. Meskipun angka korban telah diumumkan, pihak perusahaan masih belum mengumumkan langkah konkret untuk menanggung biaya pemulihan keluarga yang terdampak.
Menutup laporan, Mulyati menegaskan bahwa harapannya adalah PT Terra Drone dapat segera bertanggung jawab secara moral dan hukum, serta memberikan kepastian santunan kepada semua keluarga korban. Ia mengajak masyarakat dan pemerintah untuk terus mengawal proses ini agar keadilan dapat tercapai bagi mereka yang kehilangan orang terkasih.


Komentar