Gaya Hidup
Beranda » Berita » Penjual Kangkung Niran Akhirnya Berangkat Haji Setelah Menabung Sejak 1963

Penjual Kangkung Niran Akhirnya Berangkat Haji Setelah Menabung Sejak 1963

Penjual Kangkung Niran Akhirnya Berangkat Haji Setelah Menabung Sejak 1963
Penjual Kangkung Niran Akhirnya Berangkat Haji Setelah Menabung Sejak 1963

Media Pendidikan – 23 April 2026 | Seorang penjual kangkung bernama Niran berhasil berangkat menunaikan ibadah haji pada tahun ini, mengakhiri lebih dari enam dekade perjuangan menabung sejak 1963. Keberangkatan ini menjadi sorotan media nasional karena kisahnya yang sederhana namun penuh tekad.

Awal mula menabung sejak 1963

Niran memulai usahanya menjual kangkung pada tahun 1963, tepatnya di pasar tradisional daerahnya. Selama lebih dari 60 tahun, ia mengandalkan pendapatan harian dari dagangan sayuran hijau itu untuk menyisihkan sebagian kecil uang demi tujuan spiritual jangka panjang.

Baca juga:

“Saya sudah berdagang sejak 1963 demi menabung untuk menunaikan ibadah di Tanah Suci,” ungkap Niran dalam wawancara singkat. Pernyataan tersebut menggambarkan komitmen konsisten yang ia pegang meski kondisi ekonomi keluarga tidak selalu menguntungkan.

Rintangan yang dihadapi

Perjalanan menabung Niran tidaklah mulus. Fluktuasi harga sayuran, biaya hidup yang terus meningkat, serta tanggung jawab menghidupi keluarga menjadi tantangan utama. Meski begitu, ia tetap menyisihkan sebagian pendapatan setiap bulan, meskipun jumlahnya minim.

Data sederhana menunjukkan bahwa jika rata‑rata pendapatan harian seorang pedagang kangkung berada pada kisaran Rp30.000‑Rp50.000, dan Niran menabung 10 % dari pendapatan tersebut, maka dalam satu tahun ia dapat mengumpulkan antara Rp109.500.000‑Rp182.500.000. Dengan akumulasi selama lebih dari 60 tahun, total tabungan mencapai angka yang cukup untuk menutupi biaya paket haji pada tahun 2026.

Baca juga:

Persiapan menuju Tanah Suci

Setelah mengumpulkan dana yang cukup, Niran mendaftar melalui biro perjalanan haji resmi. Ia mengaku merasa gugup sekaligus bahagia, mengingat perjalanan spiritual yang telah lama ditunggu-tunggu.

Keberangkatan Niran tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga simbol harapan bagi para pedagang kecil yang seringkali terpinggirkan dalam narasi keberhasilan finansial. Cerita ini menginspirasi banyak orang untuk terus berjuang meski dengan sumber daya terbatas.

Reaksi masyarakat dan perkembangan terbaru

Masyarakat sekitar memberikan dukungan moral kepada Niran, menyoroti nilai kerja keras dan ketekunan yang ditunjukkan. Beberapa tokoh lokal menyatakan bahwa kisah Niran akan dijadikan contoh dalam program motivasi ekonomi desa.

Baca juga:

Pada akhir April 2026, Niran bersama rombongan jamaah berangkat dari Bandara Soekarno‑Hatta menuju Arab Saudi, menandai puncak dari perjalanan panjang yang dimulai sejak 1963. Ia berharap dapat kembali dengan pengalaman berharga dan menjadi motivator bagi generasi selanjutnya.

Berita Terkait

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *