Media Pendidikan – 15 April 2026 | Baru-baru ini, istilah “cringe” semakin sering muncul dalam percakapan daring, khususnya di platform TikTok. Menurut laporan Kompas Lifestyle pada 15 April 2026, kata ini dipakai untuk mengekspresikan rasa malu atau tidak nyaman terhadap perilaku atau konten yang dianggap berlebihan atau tidak natural.
Definisi singkat dan konteks penggunaan
Secara sederhana, “cringe” berasal dari bahasa Inggris yang berarti “merasa tidak enak” atau “menjijikkan”. Di kalangan pengguna TikTok, istilah ini meluas menjadi label untuk video, komentar, atau aksi yang menimbulkan rasa tidak nyaman pada penonton. Pengguna biasanya menambahkan kata tersebut dalam caption atau komentar untuk menandai bahwa sesuatu terasa “memalukan” atau “berlebihan”.
Contoh konkret di TikTok
Beberapa contoh yang sering disebutkan meliputi:
- Video tarian yang gerakannya tidak sinkron dengan musik, sehingga penonton merasakan “cringe”.
- Klip lip‑sync di mana ekspresi wajah terlalu dipaksakan, menimbulkan kesan canggung.
- Komentar yang berusaha terlalu keras meniru bahasa gaul, namun berujung pada kesan memalukan.
“Istilah cringe sering dipakai di TikTok,” kata redaksi Kompas Lifestyle, menegaskan bahwa penggunaan kata tersebut kini menjadi bagian dari bahasa sehari‑hari generasi muda.
Cara memakai “cringe” dalam percakapan
Pengguna TikTok dan netizen umumnya menyisipkan kata “cringe” setelah menyebutkan hal yang dianggap memalukan. Contohnya, “Video challenge itu bikin cringe banget,” atau “Gaya pakainya agak cringe, deh.” Dengan menambahkan kata tersebut, pembicara memberi sinyal bahwa ia menilai sesuatu kurang cocok atau terlalu dipaksakan.
Pengaruh istilah pada budaya digital
Seiring dengan pertumbuhan pengguna TikTok di Indonesia, istilah “cringe” menjadi alat evaluasi cepat atas konten yang dianggap kurang autentik. Fenomena ini mencerminkan pola komunikasi yang lebih singkat namun penuh nuansa, di mana satu kata dapat menyampaikan kritik sosial secara halus.
Hingga kini, tidak ada data kuantitatif resmi mengenai frekuensi penggunaan kata “cringe” di TikTok, namun tren pencarian Google Indonesia menunjukkan peningkatan signifikan sejak awal tahun 2026. Hal ini mengindikasikan bahwa istilah tersebut semakin mengakar dalam bahasa gaul digital.
Secara keseluruhan, “cringe” tidak hanya sekadar kata serapan, melainkan simbol kritik estetika dan perilaku di ruang maya. Pengguna TikTok diharapkan dapat memanfaatkan istilah ini secara tepat untuk mengekspresikan ketidaknyamanan tanpa menyinggung secara berlebihan.


Komentar