Media Pendidikan – 21 April 2026 | Surabaya – Pada peringatan Hari Kartini, Rini Indriyani selaku Ketua Tim Penggerak PKK Kota Surabaya menyampaikan bahwa tantangan perempuan masa kini tidak lagi terbatas pada pembukaan akses dan kesempatan semata. Ia menekankan pentingnya menyeimbangkan peran tradisional dengan tuntutan era digital yang semakin maju.
Acara yang dilaksanakan di kantor TP PKK Kota Surabaya tersebut dihadiri oleh para kader PKK, aktivis perempuan, serta perwakilan media lokal. Rini menegaskan bahwa perempuan kini harus mampu mengelola peran di rumah sekaligus memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan kompetensi dan produktivitas.
Keseimbangan Peran di Tengah Transformasi Digital
“Kita harus mampu menyeimbangkan peran di rumah dan dunia digital,” ujar Rini Indriyani dalam sambutannya. Menurutnya, digitalisasi membuka peluang baru bagi perempuan, namun juga menuntut adaptasi cepat agar tidak terjerumus dalam kesenjangan kompetensi.
Rini menambahkan bahwa PKK berperan aktif dalam menyelenggarakan pelatihan literasi digital bagi ibu-ibu rumah tangga, sehingga mereka dapat mengakses layanan online, mengelola usaha kecil berbasis internet, serta mendukung pendidikan anak secara virtual. Ia menekankan bahwa keseimbangan ini tidak hanya menguntungkan perempuan secara individu, melainkan juga memberikan dampak positif bagi keluarga dan masyarakat.
Data internal TP PKK Surabaya menunjukkan bahwa sejak awal tahun, lebih dari 1.200 perempuan telah mengikuti program pelatihan digital yang diselenggarakan oleh unitnya. Jumlah tersebut mencerminkan antusiasme tinggi masyarakat Surabaya dalam mengadopsi teknologi, sekaligus menegaskan perlunya dukungan berkelanjutan.
Peran PKK dalam Mewujudkan Kesetaraan
Rini juga menyoroti peran PKK sebagai agen perubahan yang tidak hanya fokus pada pemberdayaan ekonomi, tetapi juga pada kesejahteraan mental dan sosial perempuan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama‑sama menciptakan lingkungan yang mendukung perempuan mengoptimalkan potensi di era digital.
“Kita tidak boleh lagi memandang perempuan hanya dari sisi tradisional; mereka adalah pelaku aktif dalam ekonomi digital dan inovasi teknologi,” kata Rini menutup sesi tersebut. Pernyataan tersebut menjadi panggilan bagi pemerintah daerah, dunia usaha, dan institusi pendidikan untuk memperkuat sinergi dalam program pemberdayaan perempuan.
Dengan semangat Hari Kartini, harapan Rini Indriyani adalah terciptanya ekosistem yang memberikan ruang yang setara bagi perempuan untuk berkembang, baik di dalam rumah maupun di platform digital. Ia menegaskan bahwa keseimbangan peran perempuan akan menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan masa depan.


Komentar