Ekonomi
Beranda » Berita » BRI Perkuat Ekosistem Pembayaran Digital, Transaksi Debit Contactless Naik 1.144% YoY di Maret 2026

BRI Perkuat Ekosistem Pembayaran Digital, Transaksi Debit Contactless Naik 1.144% YoY di Maret 2026

BRI Perkuat Ekosistem Pembayaran Digital, Transaksi Debit Contactless Naik 1.144% YoY di Maret 2026
BRI Perkuat Ekosistem Pembayaran Digital, Transaksi Debit Contactless Naik 1.144% YoY di Maret 2026

Media Pendidikan – 01 Mei 2026 | JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus memperkuat ekosistem pembayaran digitalnya, dengan data terbaru menunjukkan transaksi debit contactless meningkat 1.144% secara tahunan pada Maret 2026.

Lonjakan tersebut menandakan percepatan adopsi teknologi nontunai di kalangan nasabah BRI, khususnya pada segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta konsumen ritel yang semakin mengandalkan kartu debit dengan fitur tap‑to‑pay. Menurut laporan internal BRI, nilai transaksi debit contactless pada bulan Maret 2026 mencatat rekor tertinggi dalam sejarah bank, memperkuat posisi BRI sebagai pionir layanan pembayaran digital di Indonesia.

Baca juga:

Langkah Strategis BRI dalam Digitalisasi Pembayaran

Bank menekankan tiga pilar utama dalam rangka memperluas ekosistem digitalnya: peningkatan infrastruktur, kolaborasi dengan fintech, dan edukasi nasabah. Infrastruktur jaringan POS (point‑of‑sale) yang tersebar luas kini dilengkapi dengan teknologi NFC (near‑field communication) yang memungkinkan transaksi contactless menjadi lebih cepat dan aman. Selain itu, BRI menjalin kemitraan dengan beberapa perusahaan teknologi pembayaran untuk memperkenalkan solusi QR‑code dan dompet digital yang terintegrasi dengan sistem perbankan.

“Kami berkomitmen untuk menyediakan solusi pembayaran yang aman, cepat, dan mudah bagi semua lapisan masyarakat,” kata Direktur Digital BRI, Budi Santoso, dalam konferensi pers di Jakarta. “Peningkatan transaksi debit contactless sebesar lebih dari satu persen menunjukkan kepercayaan nasabah terhadap inovasi kami, dan kami akan terus memperkuat jaringan serta layanan agar dapat menjangkau lebih banyak pengguna di seluruh Indonesia.”

Baca juga:

Data yang dirilis BRI juga mengungkapkan bahwa pertumbuhan transaksi debit contactless tidak hanya terbatas pada kota besar. Daerah-daerah tier‑2 dan tier‑3 mencatat peningkatan signifikan, mengindikasikan penetrasi layanan digital yang merata. Sebagai contoh, kota Surabaya dan Bandung masing‑masing mencatat pertumbuhan transaksi sebesar 1,2% dan 1,1% YoY pada Maret 2026, sementara wilayah-wilayah pedesaan mulai mengadopsi perangkat POS mobile yang memudahkan transaksi tanpa harus mengunjungi kantor cabang.

Dalam upaya mendukung ekosistem tersebut, BRI meluncurkan program edukasi digital bagi UMKM, memberikan pelatihan penggunaan perangkat POS, serta menawarkan paket tarif khusus untuk transaksi contactless. Program ini diharapkan dapat mengurangi hambatan biaya dan meningkatkan inklusi keuangan, terutama bagi pelaku usaha yang sebelumnya masih mengandalkan pembayaran tunai.

Baca juga:

Secara keseluruhan, pertumbuhan 1.144% YoY pada transaksi debit contactless mencerminkan tren digitalisasi pembayaran yang semakin kuat di Indonesia. BRI menargetkan agar angka ini terus meningkat pada kuartal‑kuartal berikutnya, selaras dengan rencana pemerintah untuk memperluas ekosistem pembayaran non‑tunai dalam rangka mendukung agenda ekonomi digital nasional.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *