Media Pendidikan – 25 April 2026 | Pengamat Universitas Indonesia, Toto Pranoto, menilai bahwa kinerja tambang Indonesia pada tahun 2025 menunjukkan tren positif yang kuat. Penilaiannya didasarkan pada dua faktor utama, yaitu integrasi proses hulu‑hilir serta stabilitas harga komoditas global.
Integrasi Hulu‑Hiliri sebagai Pendorong Utama
Pengaruh Harga Komoditas
Harga logam dan mineral seperti nikel, tembaga, serta batu bara tetap berada pada level yang menguntungkan bagi produsen domestik. Meskipun fluktuasi pasar global masih terjadi, tren kenaikan harga komoditas selama satu tahun terakhir memberikan margin keuntungan yang lebih lebar. Hal ini memperkuat posisi industri tambang dalam menyumbang pendapatan devisa negara.
Pentingnya Hilirisasi
Pranoto menekankan bahwa selain integrasi, upaya hilirisasi menjadi agenda strategis pemerintah. Dengan menambah nilai pada produk akhir, seperti pembuatan baterai atau produk logam khusus, sektor tambang tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja berkualitas. Pemerintah telah menyiapkan regulasi dan insentif untuk mendorong investasi di sektor hilir, yang diharapkan dapat mempercepat realisasi target 2025.
Secara keseluruhan, kombinasi integrasi hulu‑hilir, harga komoditas yang menguntungkan, dan fokus pada hilirisasi menjadi fondasi kuat bagi kinerja tambang Indonesia. Pengamat menilai bahwa jika kebijakan tersebut tetap konsisten, industri akan terus memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.


Komentar