Nasional
Beranda » Berita » Kenapa 1 Mei Jadi Hari Buruh? Sejarah May Day Sampai Resmi Libur Nasional di Indonesia

Kenapa 1 Mei Jadi Hari Buruh? Sejarah May Day Sampai Resmi Libur Nasional di Indonesia

Kenapa 1 Mei Jadi Hari Buruh? Sejarah May Day Sampai Resmi Libur Nasional di Indonesia
Kenapa 1 Mei Jadi Hari Buruh? Sejarah May Day Sampai Resmi Libur Nasional di Indonesia

Media Pendidikan – 01 Mei 2026 | Setiap tanggal 1 Mei, Indonesia memperingati Hari Buruh Internasional, atau yang lebih dikenal sebagai May Day, sebagai penghargaan atas perjuangan kelas pekerja dan pencapaian gerakan buruh sejak abad ke‑19.

Awal mula peringatan ini bermula pada 1 Mei 1886 di Chicago, Amerika Serikat, ketika ribuan pekerja menghimpun diri untuk menuntut jam kerja delapan jam. Insiden yang berujung pada penembakan di Haymarket Square pada 4 Mei 1886 memicu solidaritas internasional, dan pada Kongres Sosialis Internasional tahun 1889, tanggal 1 Mei resmi ditetapkan sebagai Hari Buruh.

Baca juga:

Ide tersebut kemudian menyebar ke Asia, termasuk Hindia Belanda. Pada awal abad ke‑20, serikat‑serikat pekerja di Tanah Air mulai mengadopsi simbol May Day sebagai sarana menuntut hak‑hak buruh, meski masih berada di bawah penjajahan Belanda. Aktivitas tersebut memperoleh momentum setelah Proklamasi Kemerdekaan 1945, ketika pemerintah Republik Indonesia mencari cara untuk mengintegrasikan agenda sosial‑ekonomi ke dalam kebijakan negara.

Pengesahan resmi 1 Mei sebagai hari libur nasional tercatat dalam Keputusan Presiden No. 12/1970, yang selanjutnya diperkuat oleh Undang‑Undang Ketenagakerjaan. Data Kementerian Ketenagakerjaan menunjukkan bahwa lebih dari 120 juta pekerja di seluruh Indonesia merayakan hari tersebut setiap tahunnya, baik melalui aksi demonstrasi damai, seminar, maupun upacara di tingkat perusahaan.

Baca juga:

Seorang pejabat Kementerian Ketenagakerjaan mengungkapkan, “Hari Buruh adalah momentum penting bagi pekerja Indonesia untuk menuntut hak‑hak mereka dan menegaskan kontribusi vital mereka bagi perekonomian nasional.”

Dalam praktiknya, Hari Buruh tidak hanya menjadi hari libur, tetapi juga platform dialog antara serikat pekerja, pengusaha, dan pemerintah. Di sejumlah kota besar, seperti Jakarta dan Surabaya, demonstrasi damai digelar di depan gedung-gedung kementerian, sementara perusahaan-perusahaan menyelenggarakan pelatihan dan penghargaan bagi karyawan berprestasi. Karena 1 Mei jatuh pada hari kerja, pemerintah biasanya menambahkan cuti bersama pada 30 April untuk memberikan libur panjang bagi masyarakat.

Baca juga:

Seiring perkembangan zaman, tema peringatan May Day di Indonesia kini menyoroti isu‑isu modern seperti keamanan kerja, upah layak, serta adaptasi tenaga kerja terhadap revolusi industri 4.0. Meskipun tantangan masih banyak, Hari Buruh tetap menjadi simbol persatuan kelas pekerja dan pengingat akan hak‑hak dasar yang harus dijaga.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *