Ekonomi
Beranda » Berita » Kadin Dorong Pengusaha Lokal Tingkatkan Produksi Telur untuk Penuhi Kebutuhan Program MBG

Kadin Dorong Pengusaha Lokal Tingkatkan Produksi Telur untuk Penuhi Kebutuhan Program MBG

Kadin Dorong Pengusaha Lokal Tingkatkan Produksi Telur untuk Penuhi Kebutuhan Program MBG
Kadin Dorong Pengusaha Lokal Tingkatkan Produksi Telur untuk Penuhi Kebutuhan Program MBG

Media Pendidikan – 30 April 2026 | Jakarta, 30 April 2026 – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia secara resmi mengajak para pengusaha lokal untuk meningkatkan produksi telur ayam guna memenuhi kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terus mengalami peningkatan. Langkah ini diharapkan dapat menstabilkan pasokan protein hewani bagi penerima manfaat di seluruh wilayah Indonesia.

Program MBG, yang merupakan inisiatif pemerintah untuk menyediakan makanan bergizi secara gratis kepada anak-anak usia sekolah dan kelompok rentan, membutuhkan pasokan telur dalam jumlah signifikan. Kadin menilai bahwa kapasitas produksi telur dalam negeri belum sepenuhnya optimal, sehingga mengimbau pelaku usaha peternakan telur untuk memperluas skala produksi dan meningkatkan standar kualitas.

Baca juga:

“Kadin Indonesia mendorong pengusaha lokal untuk meningkatkan produksi telur guna memenuhi kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terus meningkat,” ujar Ketua Umum Kadin dalam pertemuan yang diadakan di kantor pusat Kadin Jakarta. Pernyataan tersebut menegaskan komitmen asosiasi bisnis dalam mendukung kebijakan gizi nasional sekaligus membuka peluang pasar baru bagi peternak telur.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa konsumsi telur per kapita di Indonesia meningkat sekitar 4% dalam dua tahun terakhir, sementara program MBG menargetkan penambahan 2 juta porsi makanan bergizi tiap tahunnya. Dengan rata-rata satu telur menyumbang 6 gram protein, kebutuhan telur untuk program tersebut dapat mencapai 12 juta butir per bulan.

Baca juga:

Untuk mengatasi tantangan tersebut, Kadin menyarankan beberapa langkah strategis, antara lain: meningkatkan investasi pada fasilitas pemeliharaan unggas, mengadopsi teknologi pemantauan kesehatan hewan, serta memperkuat jaringan distribusi ke daerah‑daerah terpencil. Selain itu, asosiasi mengusulkan kerja sama dengan lembaga keuangan untuk menyediakan kredit bersubsidi bagi peternak yang ingin memperluas usaha.

Pemerintah daerah di beberapa provinsi, termasuk Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sumatera Utara, telah menyiapkan lahan dan infrastruktur pendukung bagi peternak telur lokal. Dukungan ini diharapkan dapat mempercepat realisasi target produksi dan memastikan keberlanjutan pasokan telur bagi program MBG.

Baca juga:

Dengan sinergi antara Kadin, pemerintah, dan pelaku usaha, diharapkan produksi telur domestik dapat meningkat secara signifikan, sekaligus memberikan dampak positif pada ketahanan pangan dan kesejahteraan peternak di seluruh Indonesia.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *