Media Pendidikan – 02 April 2026 | Pada Rabu, 1 April 2026, kereta api kelas eksekutif KA 174 Ciremai yang menghubungkan Semarang Tawang dengan Bandung terhenti secara mendadak setelah material longsoran menutup jalur di petak jalan Maswati‑Sasaksaat, Kabupaten Bandung Barat. Insiden terjadi sekitar pukul 14.53 WIB pada kilometer 142+8/9, tepat di antara stasiun Maswati dan Sasaksaat. Tanah yang meluncur menutupi rel, memaksa kondektur menghentikan perjalanan demi menghindari potensi kecelakaan.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) melalui Wakil Presiden Corporate Communication, Anne Purba, segera mengonfirmasi bahwa seluruh penumpang berada dalam kondisi selamat. “Tidak terdapat korban jiwa maupun luka,” ujar Anne dalam konferensi pers singkat di lokasi kejadian. Petugas keamanan dan tim darurat KAI langsung dikerahkan untuk menilai kondisi tanah, mengevakuasi penumpang, dan menyiapkan langkah penanganan selanjutnya. Penumpang yang berada di dalam kereta dipindahkan ke area aman menggunakan bus pengganti, sementara kereta ditarik kembali ke Bandung untuk pemeriksaan teknis.
Material longsoran yang menutup jalur di Km 142+8/9 mengakibatkan gangguan operasional pada jaringan lintas Bandung Barat. Selain KA 174 Ciremai, sejumlah layanan kereta lain yang direncanakan melintasi segmen yang sama terpaksa ditunda atau dibatalkan. Dampak paling signifikan dirasakan pada rute KA 283 Serayu, yang seharusnya melintasi titik tersebut setelah KA Ciremai ditarik kembali. Karena kondisi jalur yang belum aman, PT KAI memutuskan untuk melakukan penyesuaian jadwal pada layanan KA Serayu.
Manajer Humas KAI Daerah Operasi 5 Purwokerto, M As’ad Habibuddin, menjelaskan bahwa operasi KA 288 Serayu mengalami perubahan. “KA 288 Serayu keberangkatan dari Pasarsenen pukul 19.25 WIB dibatalkan untuk lintas Pasarsenen‑Cimahi, namun untuk lintas Cimahi‑Purwokerto tetap beroperasi normal menggunakan rangkaian kereta lain,” kata Habibuddin pada malam hari yang sama. Rangkaian KA 283 Serayu kemudian dioperasikan kembali sebagai KA 288 Serayu mulai dari Stasiun Cimahi menuju Purwokerto, guna menjaga layanan tetap tersedia bagi penumpang. Selain itu, KA 287 Serayu (rute Purwokerto‑Pasarsenen) tetap berjalan sesuai jadwal tanpa perubahan.
Dalam rangka meminimalisir dampak bagi penumpang, KAI menyediakan mekanisme pengembalian tiket secara penuh hingga H+7 hari setelah kejadian. Penumpang yang telah membeli tiket untuk rute yang dibatalkan dapat melakukan pembatalan melalui aplikasi Access by KAI atau langsung di loket penjualan tiket di seluruh stasiun. “Kami meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan berkomitmen untuk memberikan layanan yang aman dan andal,” tegas Habibuddin.
Manajer Humas KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menambahkan bahwa tim tanggap darurat telah dikerahkan secara intensif untuk membersihkan jalur yang tersumbat material longsor. Proses pembersihan melibatkan penggunaan alat berat, tenaga kerja lapangan, dan pemeriksaan teknis menyeluruh sebelum jalur diizinkan kembali beroperasi. Kuswardojo menegaskan bahwa prioritas utama KAI tetap pada keselamatan penumpang dan awak kereta, serta bahwa koordinasi dengan pihak berwenang setempat terus dilakukan untuk memastikan situasi tidak berulang.
Secara keseluruhan, insiden longsor di Bandung Barat menunjukkan kesiapan operasional KAI dalam menghadapi gangguan tak terduga. Meskipun layanan kereta mengalami penyesuaian jadwal, tidak ada laporan korban jiwa atau luka, dan seluruh penumpang berhasil dievakuasi dengan aman. KAI terus memantau kondisi jalur, melakukan pembersihan, dan menyiapkan kembali layanan normal secepat mungkin. Komitmen terhadap keselamatan, transparansi informasi, serta upaya pemulihan layanan menjadi fokus utama dalam menanggapi kejadian ini.


Komentar