Media Pendidikan – 17 April 2026 | Kabupaten Bandung – Tim SAR Gabungan berhasil menemukan satu orang korban yang terseret arus Sungai Ciherang di wilayah Kampung Girang, Desa Banjaran, Kecamatan Banjaran. Korban tersebut dinyatakan meninggal dunia setelah ditemukan tergeletak di tepi sungai pada hari ini.
Penemuan itu terjadi setelah tim penyelamatan melakukan pencarian intensif selama beberapa jam sejak laporan awal tentang orang yang hilang di daerah aliran sungai tersebut. Mengingat medan yang berbukit dan aliran air yang deras, proses pencarian memerlukan koordinasi antara aparat kepolisian, pemadam kebakaran, dan relawan lokal.
“Tim SAR Gabungan berhasil menemukan satu orang korban terseret arus Sungai Ciherang,” ujar juru bicara tim SAR dalam pernyataan resmi. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa upaya pencarian telah selesai dan jenazah korban sudah diamankan untuk proses identifikasi selanjutnya.
Lokasi penemuan berada tepat di Kampung Girang, sebuah wilayah pedesaan yang dikenal dengan jalur sungai yang melintasi hutan lebat. Sungai Ciherang, yang mengalir melalui kawasan ini, sering menjadi jalur transportasi bagi warga setempat, namun pada saat kejadian aliran airnya sangat kuat akibat curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir.
Tim SAR menegaskan pentingnya kewaspadaan bagi penduduk yang berada di sekitar sungai, terutama pada musim hujan. Mereka juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di tepi sungai tanpa perlengkapan keselamatan yang memadai.
Sejak kejadian ini, pihak berwenang telah meningkatkan patroli di area sungai dan menyiapkan posko bantuan bagi warga yang membutuhkan bantuan darurat. Selain itu, pemda Kabupaten Bandung berjanji akan melakukan evaluasi terhadap fasilitas penanggulangan bencana di daerah rawan banjir seperti Banjaran.
Kasus ini menambah deretan insiden kecelakaan di wilayah Jawa Barat yang berhubungan dengan kondisi alam. Masyarakat diharapkan dapat memperhatikan peringatan resmi dan mengikuti protokol keselamatan untuk menghindari tragedi serupa di masa mendatang.
Hingga kini, identitas korban masih dalam proses verifikasi. Keluarga korban dijadwalkan akan mendapatkan pendampingan psikologis serta bantuan administratif dari dinas sosial setempat.


Komentar