Media Pendidikan – 06 Mei 2026 | Bantul, Yogyakarta – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, harga sapi kurban di Kabupaten Bantul menunjukkan tren kenaikan. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul bersama para peternak mengonfirmasi bahwa penyesuaian harga terjadi seiring meningkatnya permintaan masyarakat yang bersiap melaksanakan ibadah kurban.
Penyebab Kenaikan Harga
Beberapa faktor yang memengaruhi pergerakan harga sapi antara lain:
- Lonjakan permintaan masyarakat yang ingin melaksanakan kurban tepat waktu.
- Kenaikan biaya pakan ternak akibat cuaca kering dan fluktuasi pasar.
- Biaya transportasi yang meningkat karena harga bahan bakar yang lebih tinggi.
“Kami melihat permintaan masyarakat meningkat, sehingga harga harus disesuaikan,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul dalam konferensi pers pada hari Senin. “Tidak ada niat untuk memonopoli pasar, namun kami harus memastikan peternak tetap mendapat margin yang wajar agar produksi tetap berkelanjutan.”
Peternak di wilayah Bantul juga menekankan pentingnya koordinasi dengan pemerintah daerah. Mereka berharap DKPP dapat memberikan panduan harga yang transparan serta mengawasi praktik spekulasi harga yang dapat merugikan konsumen.
Data Pendukung dan Respon Masyarakat
DKPP mencatat bahwa pada awal Ramadan, rata-rata harga sapi kurban di Bantul berada pada kisaran Rp 20 juta per ekor. Menjelang Iduladha, harga tersebut mulai naik secara bertahap hingga mencapai kisaran Rp 22‑23 juta per ekor di pasar tradisional utama. Data ini didasarkan pada survei lapangan yang melibatkan lebih dari 30 peternak dan pedagang ternak.
Masyarakat Bantul menyambut kenaikan harga dengan sikap campur aduk. Sebagian mengaku tetap berkomitmen untuk melaksanakan kurban meski harus mengeluarkan biaya lebih, sementara yang lain mempertimbangkan alternatif seperti membeli daging kurban dari peternak lain yang menawarkan harga lebih kompetitif.
Dalam upaya menstabilkan harga, DKPP Bantul berencana mengadakan pertemuan rutin dengan asosiasi peternak, pedagang, dan konsumen. Pemerintah daerah juga berjanji akan meningkatkan ketersediaan pakan ternak melalui program subsidi, serta memfasilitasi distribusi sapi kurban ke daerah yang mengalami kelangkaan.
Secara keseluruhan, tren kenaikan harga sapi di Bantul mencerminkan dinamika pasar kurban yang sensitif terhadap faktor permintaan musiman. Dengan koordinasi yang baik antara pemerintah, peternak, dan konsumen, diharapkan proses kurban tetap dapat berlangsung lancar tanpa beban ekonomi yang berlebihan bagi masyarakat.


Komentar