Media Pendidikan – 06 Mei 2026 | Makassar kembali menjadi sorotan publik setelah dua bulan terakhir terjadi peningkatan aksi geng motor yang tidak hanya menimbulkan kerusuhan di jalan, tetapi juga berujung pada serangan langsung terhadap aparat kepolisian. Kejadian ini menandai eskalasi kekerasan yang sebelumnya hanya terbatas pada perkelahian antar geng, kini meluas hingga melukai petugas keamanan.
Kronologi Serangan
Polisi Makassar menanggapi dengan meningkatkan patroli di titik‑titik rawan serta melakukan operasi penangkapan. Namun, upaya tersebut masih belum mampu menghentikan aksi-aksi brutal yang terus berulang. Hingga kini, belum ada penangkapan signifikan yang dapat memutus jaringan geng tersebut.
Di sisi lain, masyarakat setempat mengungkapkan rasa khawatir atas meningkatnya rasa tidak aman di jalan‑jalan utama. Banyak pedagang dan warga yang melaporkan penurunan aktivitas ekonomi di wilayah tersebut, yang mereka kaitkan dengan meningkatnya aksi geng motor.
Pernyataan Sosiolog UNM
Dr. Ahmad Fauzi, dosen sosiologi Universitas Negeri Makassar, menilai bahwa akar permasalahan bukan semata‑mata pada faktor kriminalitas, melainkan pada tekanan ekonomi yang melanda kalangan pemuda. Ia menyatakan, “Masalah ekonomi memaksa pemuda bergabung dengan geng motor, karena mereka melihatnya sebagai satu‑satunya cara untuk mendapatkan penghasilan cepat,” dan menambahkan bahwa kurangnya lapangan kerja serta tingginya biaya hidup menjadi pemicu utama.
Data Pendukung
Data kepolisian mencatat bahwa dalam dua bulan terakhir terjadi beberapa kali insiden penyerangan terhadap petugas, dengan korban luka ringan hingga luka serius. Selain itu, laporan media lokal mencatat peningkatan signifikan pada jumlah laporan warga terkait ancaman geng motor.
Secara geografis, insiden tersebut terkonsentrasi di area‑area pusat kota Makassar serta beberapa wilayah pinggiran yang memiliki tingkat pengangguran lebih tinggi dibandingkan rata‑rata provinsi.
Dengan latar belakang ekonomi yang belum pulih sepenuhnya pasca pandemi, tekanan pada keluarga berpendapatan rendah semakin terasa, sehingga menambah risiko rekrutmen ke dalam geng.
Ke depan, pihak berwenang berjanji akan memperkuat sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan lembaga pendidikan untuk menurunkan tingkat kriminalitas ini. Upaya tersebut diharapkan dapat menurunkan motivasi ekonomi yang menjadi pemicu utama aksi geng motor di Makassar.


Komentar