Media Pendidikan – 18 Mei 2026 | Ekonomi Israel mengalami kontraksi pada kuartal I 2026, dengan Produk Domestik Bruto (PDB) minus 3,3 persen secara tahunan. Perang melawan Iran memicu gangguan aktivitas bisnis dan ekonomi domestik.
Penurunan ekonomi terjadi akibat perang yang dimulai pada akhir Februari 2026, ketika AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran. Sebagai balasan, Iran menembakkan ratusan rudal dan drone ke wilayah Israel, sementara kelompok Hizbullah di Lebanon juga melancarkan serangan ke wilayah utara Israel.
Situasi keamanan itu membuat otoritas Israel memberlakukan pembatasan aktivitas selama sekitar enam pekan hingga tercapainya gencatan senjata pada awal April 2026. Pembatasan tersebut berdampak pada operasional bisnis, aktivitas ekonomi, hingga kegiatan pendidikan.
Biro Pusat Statistik Israel menyebut, perang dengan Iran menekan konsumsi swasta dan publik yang masing-masing turun 4,7 persen dan 4,8 persen. Produk domestik bruto sektor bisnis juga turun 3,1 persen, sedangkan PDB per kapita menyusut 4,5 persen.
Bank Sentral dan Kementerian Keuangan Israel kini memperkirakan ekonomi negara tersebut hanya tumbuh 3,8 persen sepanjang 2026, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya sebesar 5,2 persen dan 4,8 persen.
Pemulihan ekonomi Israel untuk sisa tahun ini dinilai sangat bergantung pada keberlanjutan gencatan senjata di Iran, Lebanon, dan Gaza.


Komentar