Media Pendidikan – 18 Mei 2026 | Israel melakukan serangan ke Lebanon Selatan pada Sabtu, 16 Mei, yang menewaskan lima orang, termasuk dua anak-anak. Serangan ini terjadi meskipun gencatan senjata antara Israel dan Lebanon masih berlangsung.
Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan bahwa tiga orang tewas di Kota Tayr Felsay, termasuk seorang anak-anak. Sementara itu, dua orang lainnya tewas di Kota Tayr Debba, termasuk satu anak-anak lainnya.
Israel mengatakan serangan tersebut menargetkan Hezbollah, tetapi sebelum serangan dilakukan, peringatan evakuasi telah dikeluarkan untuk sembilan desa. Amerika Serikat mengumumkan perpanjangan masa gencatan senjata antara Israel dengan Lebanon selama 45 hari ke depan.
"Gencatan senjata pada 16 April akan diperpanjang selama 45 hari untuk memungkinkan kemajuan lebih lanjut," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Tommy Pigott.
Lebanon terseret ke dalam perang Timur Tengah pada 2 Maret ketika Hizbullah menembakkan roket ke Israel sebagai balasan atas pembunuhan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei. Serangan Israel sejak saat itu telah menewaskan lebih dari 2.900 orang di Lebanon, termasuk lebih dari 400 orang sejak gencatan senjata diberlakukan.


Komentar