Daerah
Beranda » Berita » Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Ternyata Punya Harta Rp20,3 Miliar: 20 Tanah dan 18 Kendaraan

Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Ternyata Punya Harta Rp20,3 Miliar: 20 Tanah dan 18 Kendaraan

Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Ternyata Punya Harta Rp20,3 Miliar: 20 Tanah dan 18 Kendaraan
Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Ternyata Punya Harta Rp20,3 Miliar: 20 Tanah dan 18 Kendaraan

Media Pendidikan – 11 April 2026 | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap kekayaan Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, yang dilaporkan pada 3 Maret 2026. Data LHKPN menunjukkan total asetnya mencapai Rp20.335.211.000 atau sekitar Rp20,3 miliar. Informasi ini muncul bersamaan dengan operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat pejabat daerah, meski Gatut belum memberikan komentar terkait proses tersebut.

Rincian Aset yang Dilaporkan

  • Tanah dan Bangunan: 20 bidang properti tersebar di Tulungagung, Trenggalek, Surabaya, dan Tanah Laut dengan nilai total Rp14.532.711.000.
  • Kendaraan: 18 unit meliputi mobil Toyota Alphard, Toyota Innova, Toyota Land Cruiser, serta beberapa truk dan sepeda motor, bernilai Rp3.470.500.000.
  • Harta Bergerak Lainnya: Nilai Rp1.740.000.000, mencakup peralatan bisnis dan aset bergerak lainnya.
  • Kas dan Setara Kas: Rp592.000.000 tercatat dalam rekening pribadi.

Jumlah keseluruhan aset tersebut menimbulkan pertanyaan publik mengingat Gatut baru menjabat sebagai bupati pada Pilkada 2024 dengan dukungan 50,7 % suara. Sebelumnya, ia menjabat sebagai wakil bupati sejak 2019 setelah memenangkan pasangan dengan Maryoto Birowo.

Baca juga:

Latar Belakang Pendidikan dan Karier

Gatut Sunu Wibowo lahir di Tulungagung pada 17 Desember 1967. Ia menamatkan pendidikan S1 di Universitas Merdeka Malang pada 1992 dengan gelar Sarjana Ekonomi, kemudian melanjutkan S2 di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, meraih gelar Magister Ekonomi pada 2023. Sebelum terjun ke dunia politik, Gatut dikenal sebagai pengusaha toko bangunan yang memiliki jaringan cabang di wilayah Tulungagung dan sekitarnya.

Karier politiknya dimulai dengan keanggotaan Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) pada tahun 2004. Pada Pilkada 2019, ia mencalonkan diri sebagai wakil bupati bersama Maryoto Birowo dan berhasil terpilih. Empat tahun kemudian, pada Pilkada 2024, Gatut maju sebagai calon bupati dengan Ahmad Baharudin sebagai wakil, memenangkan pemilihan dengan mayoritas suara.

Baca juga:

Implikasi OTT KPK terhadap Gatut Sunu

Operasi tangkap tangan KPK yang menargetkan pejabat daerah menyoroti pentingnya transparansi pengelolaan kekayaan pejabat publik. Meskipun Gatut belum mengeluarkan pernyataan resmi, data yang dipublikasikan oleh KPK dapat menjadi dasar bagi lembaga pengawas dan masyarakat untuk menilai konsistensi antara penghasilan resmi dengan kepemilikan aset. Selama empat tahun kepemimpinan Firli Bahuri, KPK meningkatkan intensitas audit LHKPN, termasuk terhadap pejabat di tingkat kabupaten.

Pengungkapan aset ini juga menimbulkan diskusi tentang potensi konflik kepentingan, mengingat sebagian besar properti berada di wilayah yang berada dalam yurisdiksi administratifnya. Pemerintah daerah diharapkan dapat menjamin bahwa keputusan kebijakan tidak dipengaruhi oleh kepemilikan pribadi pejabat.

Baca juga:

Secara keseluruhan, data LHKPN memperlihatkan bahwa Bupati Tulungagung memiliki portofolio aset yang luas dan bernilai tinggi. Pemeriksaan lebih lanjut oleh KPK dan lembaga pengawas lainnya akan menentukan apakah terdapat indikasi penyalahgunaan wewenang atau pelanggaran hukum lainnya. Masyarakat Tulungagung menantikan kejelasan dan akuntabilitas dalam penanganan kasus ini.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *