Media Pendidikan – 08 April 2026 | Jakarta Barat – Pada Senin (6/4/2026), sebuah insiden kecelakaan melibatkan seorang pemotor terjadi di jalur masuk Mall Daan Mogot, Jalan Daan Mogot. Korban, seorang pria berusia 28 tahun, terjatuh setelah motor meluncur di permukaan jalan yang berlubang dan tidak memiliki penerangan publik (PJU). Meskipun tidak mengalami luka serius, insiden tersebut menimbulkan kepanikan di antara pengguna jalan dan menyoroti kondisi infrastruktur yang semakin memprihatinkan di kawasan komersial tersebut.
Pihak Dinas Perhubungan dan Penataan Ruang (Dishub) Kota Jakarta Barat mengonfirmasi bahwa laporan kerusakan jalan dan lampu PJU telah diterima sejak awal bulan ini. Kepala Subdirektorat Jalan, Ir. Hadi Prasetyo, menyatakan, “Kami sedang melakukan survei teknis untuk menilai tingkat kerusakan dan menyiapkan rencana anggaran. Namun, proses perbaikan memerlukan koordinasi lintas sektoral, termasuk Dinas Pekerjaan Umum dan energi listrik (PDAM), serta pengelola properti di sekitar Mall Daan Mogot.”
Warga setempat, termasuk para pedagang dan penghuni rumah susun di sekitar area, menilai respon pemerintah terlalu lambat. “Kami sudah melaporkan sejak Januari, namun lampu jalan masih mati dan jalan tetap berlubang. Setiap malam, kami harus menyalakan lampu senter saat pulang,” ujar Siti Nurhaliza, seorang ibu rumah tangga yang tinggal di kompleks apartemen berdekatan. Sejumlah pengguna jalan lainnya menambahkan bahwa kecelakaan serupa telah terjadi setidaknya tiga kali dalam tiga bulan terakhir, namun tidak ada catatan resmi yang dipublikasikan.
Data statistik yang dirilis oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Barat menunjukkan peningkatan 27 persen pada kecelakaan ringan yang melibatkan sepeda motor di wilayah Daan Mogot selama kuartal pertama 2026. Penyebab utama yang teridentifikasi mencakup kondisi jalan yang buruk (45%), kurangnya penerangan (32%), serta faktor perilaku pengendara (23%). Analisis ini menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur tidak hanya berdampak pada kenyamanan, tetapi juga pada keselamatan publik.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Dinas Perhubungan mengusulkan beberapa langkah strategis:
- Penggalian dan penggantian lapisan aspal pada 1,2 kilometer jalan utama di sekitar Mall Daan Mogot dalam tiga fase, dengan estimasi biaya Rp 5,8 miliar.
- Pemasangan kembali lampu jalan LED berdaya tinggi pada 15 titik kritis, dilengkapi dengan sistem sensor gerak untuk efisiensi energi.
- Peningkatan patroli teknis harian selama dua minggu pertama setelah perbaikan, guna memastikan kualitas pekerjaan dan mengidentifikasi kerusakan baru.
- Penyuluhan keselamatan jalan bagi pengguna, khususnya pengendara motor, melalui kampanye media sosial dan poster di area publik.
Pemerintah kota menargetkan selesainya pekerjaan pada akhir Juni 2026, dengan evaluasi berkala setiap bulan.
Pakar transportasi, Dr. Rini Wulandari, dosen Fakultas Teknik Universitas Indonesia, menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam mengatasi masalah ini. “Perbaikan fisik jalan dan lampu memang esensial, namun tidak dapat dipisahkan dari pengelolaan data lalu lintas yang real‑time, serta partisipasi aktif masyarakat dalam pelaporan kerusakan. Teknologi sensor IoT dapat membantu otoritas mengidentifikasi titik rawan secara proaktif,” ujarnya. Dr. Rini menambahkan bahwa alokasi anggaran yang transparan dan mekanisme pengawasan independen dapat mempercepat proses perbaikan.
Insiden di Mall Daan Mogot menjadi peringatan bagi otoritas daerah untuk mempercepat langkah perbaikan infrastruktur jalan dan penerangan publik. Kebutuhan akan lingkungan perkotaan yang aman dan nyaman tidak dapat diabaikan, mengingat peran penting jalur Daan Mogot sebagai arter utama yang menghubungkan kawasan perumahan, bisnis, dan pusat transportasi. Warga berharap, setelah perbaikan selesai, kejadian serupa tidak akan terulang, dan keamanan jalan kembali menjadi prioritas utama bagi pemerintah kota.


Komentar